Memahami 4 Tahapan Proses Terjadinya Hujan: Manfaat, Siklus dan Jenis-Jenisnya

- Penulis

Selasa, 11 April 2023 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

water ge8bfebddb 1920

water ge8bfebddb 1920

Tahukah kalian bagaimana proses terjadinya hujan? Sebagai negara beriklim tropis dengan letak yang berada pada garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Kedua musim ini tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Terlebih lagi hujan yang merupakan sumber air di bumi ini, karena makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup tanpa adanya air.

Oleh karena itu, perlu diketahui proses terjadinya hujan yang merupakan sebuah siklus dan berhubungan dengan aktivitas manusia. Hujan terjadi dengan adanya prose syang ebrkelnajutan yang biasa disebut dengan siklus. Adanya siklus inilah yang membuat ketersedian air tetap terpenuhi. Siklus hujan terjadi melalui beberapa tahap dan proses, hingga air hujan dapat turun ke bumi.

Hujan sendiri merupakan fenomena turunnya air ke permukaan bumi, hujan menjadi sumber air bersih yang dapat membantu makhluk hidup. Sebagai sumber penghidupan air hujan memiliki manfaat pada kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu ada beberapa jenis hujan yang perlu diketahui lewat artikel ini akan dibahas manfaat, siklus dan jenis hujan dalam proses terjadinya hujan.

Manfaat Adanya Proses Terjadinya Hujan

hd wallpaper g5035bf381 1920

Tidak hanya bagi manusia adanya proses terjadinya hujan memberikan manfaat pada makhluk hidup di bumi serta menjaga kelestarian lingkungan. Manfaat utama dari air hujan adalah sebagai sumber air bagi makhluk hidup. Sedangkan manfaat lainnya adalah sebagai berikut.

  • Mempengaruhi bidang ekonomi manusia

Pertanian, perikanan, hingga perkebunan  dan sumber daya alam sangat membutuhkan hujan. Sehingga proses terjadinya hujan juga memberikan pengaruh ekonomi terhadap manusia. Misal pada sistem pengairan sawah dalam pertanian membutuhkan aliran air yang bersumber dari hujan. Adanya musim hujan juga menjadi menjadi ajang bagi para petani untuk menanam tubuhnya yang sesuai dengan keadaan alam saat itu. Sedangkan saat musim kemarau petani akan menyesuaikan tanaman dengan menanam tanaman yang tidak banyak membutuhkan air.

  • Sumber air untuk kehidupan

Air hujan yang jatuh ke tanah dan diserap tanah kemudian diserap oleh pohon dan tumbuhan yang membuat kesedian air bersih manusia terpenuhi. Tanpa adanya air hujan maka tumbuhan tdai akan mendapatkan air untuk hidup. Hal ini akan berpengaruh kepada kehidupan makhluk hidup lainnya karena tumbuhan memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem.

  • Menyuburkan tanah dan tanaman

Air hujan yang turun diserap tanah dimana akan membantu tanah lebih subur dan memenuhi unsur haranya. Hujan juga bermanfaat menyuburkan tanaman karena tentu saja tanaman membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang.

  • Sebagai sumber energi terbarukan

Adanya air hujan dapat menjadi sumber air untuk pembangkit listrik, dimana hal tersebut merupakan sebuah penerapan energi terbarukan. Pembangkit tenaga listrik ini juga sangat cocok diterapkan pada wilayah yang curah hujannya tinggi.

Baca Juga :  Apa Tingkat Pencemaran Air?

Siklus dan proses terjadinya hujan

Proses terjadinya hujan merupakan sebuah siklus yang artinya sebuah kejadian yang terjadi berulang-ulang secara teratur dan urut. Proses terjadinya hujan merupakan sebuah siklus yang dihasilkan bumi sejak berarut-ratus tahun yang lalu untuk menjaga kelestarian bumi itu sendiri. Siklus hujan juga sangat mempengaruhi siklus air sehingga adanya hujan mempengaruhi ketersediaan air dimuka bumi.

Secara garis besar proses terjadinya hujan terdiri dari 3 tahap yaitu evaporasi,kondensasi, dan presipitasi.

  • Evaporasi

Menjadi tahap pertama dalam proses terjadinya hujan evaporasi adalah proses penguapan air. Fenomena ini terjadi saat sumber air seperti sungai, danau, dan laut terkena panas matahari yang kemudian air menguap menjadi uap air. Lalu uap air ini akan naik ke atmosfer yang selanjutnya menggumpal menjadi awan. Penguapan air ini akan sangat dipengaruhi oleh suhu panas dari matahari. Jadi semakin matahari terik maka akan semakin banyak penguapan ke udara.

  • Kondensasi

Pada tahap ini uap air hasil proses penguapan yang naik ke atmosfer  akan mengalami kondensasi atau prose pengembunan. Proses ini akan membuat uap air berubah menjadi partikel es yang sangat kecil. Partikel-partikel tersebut kemudian membentuk gumpalan awan.

Proses kondensasi dipengaruhi dengan perbedaan suhu serta ketinggian awan. Jika semakin tinggi awan yang terbentuk maka suhu akan semakin tinggi juga.

  • Presipitasi

Tahap selanjutnya adalah presipitasi yang merupakan proses mencairnya butiran es di awan menjadi titik-titik hujan yang kemudian jatuh ke permukaan bumi. Hal ini diawali dengan awan yang telah terbentuk pada proses kondensasi akan tertiup angin ke wilayah lain yang menyebabkan hujan turun pada saat awan mengalami proses presipitasi. Awan yang sudah terlalu banyak menampung uap air dan menjadi padat tidak dapat menahan beban air sehingga menjadi hujan.

  • Filtrasi

Filtrasi adalah proses peresapan air hujan masuk kedalam tanah untuk membentuk cadangan air serta diserap tumbuhan. Karena proses inilah tumbuhan dapat menyerap air hujan dan tumbuh dengan baik. kesuburan tanah juga terjadi karena adanya hujan.

Baca Juga :  Pengertian Tata Surya : Teori Terbentuknya dan Susunan Tata Surya

Jenis-jenis hujan

Terdapat beberapa bentuk hujan yang turun di bumi yang secara umum dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini.

  • Hujan konvensional

Hujan ini disebabkan karena adanya perbedaan panas pada lapisan udara dan permukaan tanah. Dikarenakan sumber panas yang dihasilkan matahari pada wilayah berbeda-beda maka intensitas hujan yang dihasilkan juga berbeda. Karakteristik hujan ini adalah intensitas yang tinggi dan berlangsung secara cepat, serta mencakup wilayah yang tidak terlalu luas.

  • Hujan frontal

Hujan frontal disebabkan oleh perbedaan suhu dan kelembaban oleh bergabungnya dua massa udara. Massa udara yang lembab dan hangat akan dipaksa bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Karakter pada hujan ini adalah menghasilkan hujan yang tidak terlalu lebat dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Misal dari hujan frontal adalah adanya hujan badan dan hujan monsoon.

  • Hujan orografik

Hujan orografik biasanya terjadi di daerah pegunungan, yang disebabkan oleh massa udara yang mempunyai ciri khas bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Hal tersebut mengikuti bentang lahan pegunungan hingga akhirnya mterjaid prose skondensasu. Jenis hujan ini mempunyai manfaat sebagai pemasok air tanah, danau, bendungan dan sungai karena hujan ini berlangsung di daerah hulu.

Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru

Guru

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Minggu, 21 Jul 2024 - 13:08 WIB