Menelusuri Perkembangan Kurikulum di Indonesia dan Masa Depannya

- Penulis

Sabtu, 11 Februari 2023 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menelusuri Perkembangan Kurikulum di Indonesia dan Masa Depannya

Kurikulum Indonesia telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun, dan terus berkembang.

Pada artikel kali ini, Quipper akan membahas perkembangan kurikulum di Indonesia dan membahas beberapa tantangan yang dihadapinya. Selain itu, akan digali apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan pendidikan di masa depan.

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap evolusi kurikulum Indonesia. Beberapa di antaranya adalah globalisasi, demokratisasi, dan kemajuan teknologi.

Selain itu, setiap provinsi di Indonesia memiliki kebutuhan dan kebutuhan yang unik. Hal ini membuat sulit untuk mengembangkan satu kurikulum nasional yang memenuhi kebutuhan setiap orang.

Namun, penting untuk mencoba membuat kurikulum yang relevan dan sesuai dengan perkembangan dunia saat ini.

Apa itu Pengembangan Kurikulum?

Saat ini, kurikulum Indonesia telah mengalami perubahan sekitar sebelas kali mulai dari tahun 1947 hingga pelaksanaan Kurikulum Mandiri. Namun, apa pertimbangan dalam membentuk kurikulum?

Menurut A. Hamid Syarif, pengembangan kurikulum adalah kegiatan pengembangan yang meliputi penyusunan kurikulum itu sendiri, pelaksanaan di sekolah yang disertai dengan penilaian secara intensif, dan perbaikan yang dilakukan terhadap komponen kurikulum tertentu berdasarkan hasil penilaian.

Dari pengertian tersebut, pengembangan kurikulum merupakan proses yang berkesinambungan untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan pendidikan di masa depan, yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, dan akademisi.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Di era informasi ini, kurikulum semakin dinamis dan harus selalu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Sejarah Pembentukan Kurikulum di Indonesia

Kurikulum di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks.

Kurikulum ini pertama kali dikembangkan tidak lama setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945 yaitu pada tahun 1947 dan berlanjut hingga saat ini.

Saat itu, negara sedang bergulat dengan sejumlah tantangan, seperti perjuangan kemerdekaan Timor Timur yang terus berlanjut, masuknya pengungsi dari bekas Timor Timur, dan letusan Gunung Merapi.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah memutuskan untuk merombak sistem pendidikan.

Ciri khas dari masing-masing pengembangan kurikulum tersebut dapat dilihat dari sistem pendidikan yang diterapkan, seperti:

  1. Kurikulum 1947 yang dikenal dengan RPP lebih menitik beratkan pada pendidikan politik dan orientasinya pada pembentukan karakter yang mandiri.
  2. Akan tetapi, kurikulum RPP yang sebenarnya dilaksanakan pada tahun 1952 dengan konsep tematik yang aktif, kreatif, dan produktif.
  3. Kemudian pada tahun 1964, dicetuskan program Pancawardhana yang bertujuan untuk mengembangkan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan, dan kesehatan jasmani.
  4. Pada masa Orde Baru, muncul kurikulum baru pada tahun 1968 yang bersifat politis dengan menekankan pada mental, moral, dan keyakinan agama. Kurikulum menerima reaksi beragam; ada yang merasa kurikulum ini tidak mencerminkan kebhinekaan Indonesia, ada pula yang merasa terlalu kaku dan tidak fleksibel.
  5. Karena reaksi tersebut, pemerintah menyempurnakan Kurikulum 1968 pada tahun 1975 dengan metode pengembangan sistem pembelajaran yang dikenal dengan satuan pelajaran. Namun, kurikulum tersebut juga mendapat kritik dari guru dan staf pengajar.
  6. Dalam Kurikulum 1984 pemerintah mengembangkan satuan pendidikan yang mengutamakan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan program-program yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan bakat.
  7. Kurikulum 1994 melengkapi kurikulum 1975 dan 1984, namun tetap mendapat kritik karena beban belajar siswa yang tidak seimbang dari mata pelajaran muatan nasional dan lokal.
  8. Pada tahun 2004 lahirlah Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengembangkan komponen kurikulum.
  9. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 mewajibkan semua guru untuk mengembangkan sendiri silabus dan penilaian berdasarkan kondisi sekolah dan daerah. Tujuan sebenarnya dari kurikulum 2006 adalah agar pendidik lebih mandiri.
  10. Kurikulum 2013 yang masih diterapkan hingga saat ini lebih menekankan pada pendidikan karakter pada mata pelajaran agama dan PPKN. Keistimewaan K13 adalah berbasis pendidikan karakter, penilaian berbasis tematik, dan peran guru sebagai fasilitator.
  11. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru dengan tujuan memperkuat profil siswa Pancasila. Ada tiga ciri utama Kurikulum Merdeka, yaitu pengembangan soft skill dan karakter, fokus pada materi esensial, dan pembelajaran yang lebih fleksibel.
Baca Juga :  Lengkap! 8 Contoh Soal Tes Skolastik Beserta Pembahasannya

Selama bertahun-tahun, kurikulum telah direvisi dan diperbarui untuk mencerminkan perubahan kebutuhan Indonesia.

Namun, beberapa pihak merasa bahwa kurikulum tersebut masih belum cukup diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan negara yang sedang berkembang pesat seperti Indonesia.

Faktor-Faktor Yang Mendasari Pengembangan Kurikulum di Indonesia

Ada beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya kurikulum di Indonesia.

Salah satu faktor utamanya adalah perubahan kebutuhan negara. Karena Indonesia sedang mengalami perkembangan pesat, kurikulum perlu mengikuti perkembangan zaman dan membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berkembang dalam ekonomi baru.

Baca Juga :  Pengumuman Piloting PPG 2024 Di Mulai Hari ini, Ayok Cek SIM PKB Bapak/ibu Guru Masing-masing

Faktor lainnya adalah globalisasi. Dengan kemajuan teknologi, orang semakin terpapar pada budaya dan cara berpikir yang berbeda. Kurikulum Indonesia perlu mencerminkan keragaman ini dan mempersiapkan siswa untuk dunia global.

Selain itu ada juga faktor dari masyarakat, filsafat, politik, hingga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Terakhir, ada juga masalah identitas. Indonesia adalah negara majemuk dengan berbagai bahasa dan budaya. Kurikulum harus mencerminkan keragaman ini dan menanamkan rasa identitas nasional pada siswa.

Bagaimana Menghadapi Pengembangan Kurikulum

Dalam menghadapi perkembangan kurikulum, guru, sekolah dan siswa harus mempersiapkan diri dengan baik.

Bagi guru harus terus belajar tentang metode dan strategi mengajar yang efektif untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

Selain itu, guru juga harus beradaptasi dengan teknologi baru yang diterapkan oleh kurikulum. Untuk sekolah, mereka harus memastikan bahwa semua sumber daya yang tersedia tersedia untuk mengubah kurikulum baru.

Termasuk di dalamnya sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan kurikulum dan tokoh-tokoh yang berwenang untuk itu.

Di sisi lain, siswa harus terlibat dalam proses pembelajaran dan berusaha menyerap semua informasi yang diberikan oleh guru. Siswa juga perlu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan berkomunikasi dengan teman-temannya agar dapat belajar lebih efektif.

Kualitas dan Standar Pendidikan

Kurikulum dirancang untuk memastikan bahwa siswa akan diberikan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kehidupan mereka, konteks mereka, dan aspirasi masa depan mereka.

Bahkan sejak saat itu, kurikulum bahasa Indonesia terus disempurnakan mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia selalu menjadi kebutuhan. Ini termasuk memberikan lebih banyak ketelitian dan relevansi dengan pembelajaran observasional, membekali guru dengan strategi instruksional yang membantu siswa belajar lebih efektif, mengembangkan kemitraan strategis antara pendidik dan orang tua, dan lain-lain.

Dengan begitu, para pendidik dapat menjadi panutan dalam mempersiapkan peserta didik Indonesia untuk meraih kesuksesan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional dan tetap berdaya saing global.

Demikian informasi tentang perkembangan kurikulum di Indonesia, artikel anda dapat membantu dan menambah wawasan tentang besarnya perubahan kurikulum untuk mewujudkan sistem pendidikan yang sesuai dan mampu menciptakan peserta didik yang berkualitas.

www.quipper.com

Berita Terkait

Pengumuman Piloting PPG 2024 Di Mulai Hari ini, Ayok Cek SIM PKB Bapak/ibu Guru Masing-masing
Guru Kategori Berikut Tidak Usah Khawatir, Ada Bantuan TPP Tambahan Untuk Yang Mengajar Lebih dari 24 Jam
Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024
Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Tirta Dalam Coaching Guru Penggerak, Yuk Pahami Alurnya!
Piloting PPG Daljab 2024 (Sistem Baru Menuju Sertifikasi Guru Profesional)
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 19:11 WIB

Pengumuman Piloting PPG 2024 Di Mulai Hari ini, Ayok Cek SIM PKB Bapak/ibu Guru Masing-masing

Senin, 22 Juli 2024 - 12:59 WIB

Guru Kategori Berikut Tidak Usah Khawatir, Ada Bantuan TPP Tambahan Untuk Yang Mengajar Lebih dari 24 Jam

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:08 WIB

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Berita Terbaru