pusatdapodik.com – Model Pembelajaran PAUD TK – Guru PAUD TK Wajib Tahu.

Pendidikan bagi Anak Usia Dini (PAUD) adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh

dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak.

Pendidikan bagi anak usia dini merupakan sebuah pendidikan yang dilakukan pada anak yang baru lahir sampai dengan delapan tahun.

Dan Pendidikan pada tahap ini memfokuskan pada kemampuan fisik,  intelegensi/ koginitif, emosional dan sosial – edukasi.

Sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan Anak Usia Dini maka penyelenggaraan pendidikan bagi Anak Usia Dini disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh Anak Usia Dini.

Upaya PAUD bukan hanya dari sisi pendidikan saja, tetapi termasuk upaya pemberian gizi, kesehatan, perawatan,

pengasuhan dan perlindungan pada anak sehingga dalam pelaksanaan PAUD dilakukan secara terpadu dan komprehensif.

Model Pembelajaran PAUD TK

Model Pembelajaran PAUD TK – Guru PAUD TK Wajib Tahu

Terdapat berbagai model pembelajaran di PAUD yang dapat dipilih sesuai dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

Situasi dan kondisi yang berbeda tersebut mungkin karena letak geografis seperti di daerah pantai , pegunungan, atau dataran rendah atau juga posisi wilayah seperti perkotaan, pedesaan, ataupun pesisir pantai.

Model Pembelajaran di PAUD merupakan suatu rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan

yang menjadikan anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi perubahan / perkembangan pada diri anak.

Komponen model pembelajaran: Konsep, Tujuan pembelajaran, Materi/Tema, Langkah-langkah, Metode, Alat dan Sumber Belajar dan Teknik Evaluasi.

Baca Juga: Permasalahan Anak Usia Dini Gejala Penyebab dan Solusinya – Guru PAUD Wajib Tahu

Model-model Pembelajaran di PAUD

a. Model Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman

Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing  kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda.

Dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2-3 kegiatan dan secara bergantian.

Bila ada anak yang sudah menyelesaikan Forum Diskusi lebih cepat,

maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat, kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman.

Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi, sering diganti sesuai
dengan tema / sub tema.

b. Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut-sudut Kegiatan

Model pembelajaran berdasarkan sudut, langkah-langkah pembelajarannya hampir sama dengan model area, hanya sudut -sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan.

Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema.

c. Model Pembelajaran Sentra

Adalah proses pembelajaran yang dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain.

Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran, guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain.

Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain,  berfungsi sebagai pijakan lingkungan

yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang.

Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap TK.

Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia TK dalam satu kegiatan sentra kegiatan.

d. Model Pembelajaran Area

Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.

Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak

Docket dan Fleer (2000) berpendapat bahwa bermain merupakan kebutuhan bagi anak, karena melalui bermain anak akan memperoleh pengetahuan yang dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

Bermain merupakan suatu aktivitas yang khas dan sangat berbeda dengan aktivitas lain seperti belajar dan bekerja yang selalu dilakukan dalam rangka mencapai suatu hasil akhir.

Vygotsky dalam Naughton (2003) percaya bahwa bermain membantu perkembangan kognitif anak secara langsung,

tidak sekedar sebagai hasil dari perkembangan kognitif seperti yang dikemukakan oleh Piaget.

Ia menegaskan bahwa bermain simbolik memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan berpikir abstrak.

Demikian Model Pembelajaran PAUD TK, Semoga menambah wawasan kita bersama.

Sumber Rujukan: Modul Belajar Mandiri Calon Guru PAUD.

pusatdapodik.com

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *