PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Pengertian Investasi : Tujuan, Fungsi, Jenis dan Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi

Pengertian Investasi : Tujuan, Fungsi, Jenis dan Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi

Investasi

Pengertian Investasi – Apa yang dimaksud dengan investasi? Agar lebih memahaminya kali ini kita akan membahas tentang pengertian investasi secara umum, pengertian investasi menurut para ahli, tujuan, fungsi, jenis dan faktor yang mempengaruhi tingkat investasi secara lengkap.

Isi

bersembunyi

1
Pengertian Investasi Secara Umum
2
Pengertian Investasi Menurut Para Ahli
2.1
Salim HS dan Budi Sutrisno
2.2
Kamaruddin Ahmad
2.3
Fitzgeral
2.4
Haming dan Basalamah
2.5
Mulyadi
2.7
Henry Simamora
2.8
Sunariyah
2.9
James C Van Horne
2.10
Martono dan D.Agus Marjito (2002)
2.11
Sophar Lumbantoruan (1996)
2.13
Husnan (1996)
2.14
Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998)
2.15
Nanga (2011)
2.16
Martalena dan Malinda (2011)
2.17
Sutha (2000)
2.19
Mankiw
2.20
Kamarauddin
2.21
M.Suparmoko
2.22
Deliarnov (1995)
2.23
Lypsey (1997)
2.24
Kasmir dan Jakfar (2012)
2.25
Sudono
2.26
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)
2.27
Ensiklopedia Indonesia
2.28
Webster (1999)
2.29
Relly dan Brown (2012)
2.30
Martalena dan Malinda (2011:1)
2.31
Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998:2)
2.32
Sophar Lumbantoruan (1996:59)
2.33
Gitman dan Joehnk (2005:3)
2.34
Jones, Utama, Fresidy, Ekaputra dan Budiman (2009:3)
3
Tujuan Investasi
5
Jenis Investasi
5.1
Investasi Finansial atau Keuangan
5.1.1
Menyetorkan
5.1.2
Membagikan
5.1.3
Menjalin kedekatan
5.1.5
Menyimpan
5.2
Investasi atau Barang Sektor Riil
5.2.1
Sektor manufaktur
5.2.2
Properti
5.2.3
Teknologi
5.3
Jenis Investasi Berdasarkan Aset
5.4
Jenis Investasi Berdasarkan Pengaruhnya
5.5
Jenis Investasi Berdasarkan Sumber Pendanaan
5.6
Jenis Investasi Berdasarkan Bentuknya
6
Bentuk Investasi
7
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi
7.1
Pengaruh suku bunga
7.2
Pengaruh tingkat inflasi
7.3
Pengaruh infrastruktur
7.4
Pengaruh nilai tukar

Pengertian Investasi Secara Umum

Pengertian investasi adalah suatu istilah yang memiliki beberapa arti yang berkaitan dengan keuangan dan perekonomian. Istilah ini berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aset dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Investasi sering juga disebut dengan penanaman modal.

Baca juga: Memahami Investasi Jangka Panjang

Pengertian investasi menurut ilmu ekonomi adalah pengeluaran investor atau perusahaan untuk membeli barang modal dan peralatan produksi guna meningkatkan kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.


Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Salim HS dan Budi Sutrisno

Pengertian penanaman modal menurut Salim HS dan Budi Sutrisno adalah penanaman modal yang dilakukan oleh para penanam modal, baik penanam modal asing maupun dalam negeri pada berbagai bidang usaha yang terbuka untuk ditanami, dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Kamaruddin Ahmad

Ada 3 pengertian investasi menurut Kamaruddin Ahmad, antara lain:


  • Investasi adalah suatu tindakan membeli saham, obligasi atau pernyataan lainnya.
  • Investasi merupakan suatu tindakan membeli barang yang digunakan sebagai modal.
  • Investasi adalah pemanfaatan dana yang tersedia untuk digunakan dalam produksi dengan pendapatan di masa depan.

Fitzgeral

Pengertian investasi menurut Fitzgeral adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan upaya menarik sumber daya (dana) yang digunakan untuk pengadaan barang modal pada saat ini. Dengan adanya barang modal tersebut maka akan dihasilkan aliran produk-produk baru di masa yang akan datang.

Haming dan Basalamah

Pengertian investasi menurut Haming dan Basalamah adalah pengeluaran pada saat ini untuk pembelian aset riil (properti, mobil, dan lain-lain) atau juga aset keuangan dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih besar di masa yang akan datang.

Investasi erat kaitannya dengan kegiatan penarikan sumber dana yang digunakan untuk pengadaan barang modal saat ini. Barang modal tersebut diharapkan dapat menghasilkan aliran produk baru di masa depan.

Mulyadi

Pengertian investasi menurut Mulyadi adalah menghubungkan sumber dana dalam jangka panjang untuk memperoleh keuntungan di masa depan.


Sadono Sukirno

Pengertian investasi menurut Sadono Sukirno adalah pengeluaran atau kegiatan pembelanjaan para investor untuk membeli barang modal dan peralatan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Baca juga: Memahami Investasi Jangka Pendek

Henry Simamora

Pengertian investasi menurut Henry Simamora adalah suatu aset yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan kekayaannya melalui pembagian hasil investasi (misalnya; pendapatan bunga, royalti, dividen, pendapatan sewa, dan lain-lain) untuk apresiasi nilai investasi atau juga untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi. melalui hubungan perdagangan.

Sunariyah

Pengertian investasi menurut Sunariya adalah menanamkan modal pada satu atau lebih aset yang dimiliki yang biasanya mempunyai jangka waktu lama dengan harapan memperoleh keuntungan di kemudian hari.

James C Van Horne

Pengertian investasi menurut James C VanHorne adalah kegiatan memanfaatkan uang tunai pada saat ini, dengan tujuan memperoleh hasil di masa yang akan datang.

Martono dan D.Agus Marjito (2002)

Pengertian investasi menurut Martono dan D. Agus Marjito adalah penanaman dana oleh suatu perusahaan ke dalam suatu aset (aset) dengan harapan memperoleh pendapatan di masa yang akan datang.

Sophar Lumbantoruan (1996)

Pengertian investasi menurut Sophar Lumbantoruan adalah penyertaan modal pada perusahaan lain.

Tandelilin (2010)

Pengertian investasi menurut Tandelilin adalah suatu komitmen terhadap sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

Husnan (1996)

Menurut Husnan, pengertian investasi adalah suatu rencana untuk menginvestasikan sumber daya, baik pada proyek besar maupun proyek kecil, untuk memperoleh keuntungan di masa depan.

Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998)

Pengertian investasi menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih aset selama jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh pendapatan dan/atau meningkatkan investasi.

Nanga (2011)

Pengertian investasi menurut Nanga adalah penambahan bersih terhadap persediaan modal yang ada yang dapat disebut juga akumulasi modal.

Martalena dan Malinda (2011)

Pengertian investasi menurut Martalena dan Malinda adalah suatu bentuk penundaan konsumsi pada masa sekarang untuk memperoleh konsumsi pada masa yang akan datang, yang mengandung unsur risiko ketidakpastian sehingga diperlukan kompensasi atas penundaan tersebut.

Sutha (2000)

Pengertian investasi menurut Sutha adalah penempatan sejumlah dana tertentu dengan harapan dapat mempertahankan, meningkatkan nilai, atau memberikan imbal hasil yang positif.

Baca juga: Memahami Keputusan Investasi

Jogiyanto (2010)

Pengertian investasi menurut Jogiyanto adalah menunda konsumsi saat ini untuk dimasukkan ke dalam aset produktif untuk jangka waktu tertentu.

Mankiw

Pengertian investasi menurut Mankiw adalah barang-barang yang dibeli oleh perorangan atau perusahaan untuk menambah persediaan modalnya.

Kamarauddin

Pengertian investasi menurut Kamarauddin adalah suatu tindakan membeli saham, obligasi atau dokumen investasi lainnya. Dapat juga diartikan sebagai tindakan membeli barang modal atau memanfaatkan dana yang ada untuk digunakan dalam produksi dengan pendapatan di masa depan.

M.Suparmoko

Pengertian investasi menurut M. Suparmoko adalah pengeluaran yang bertujuan untuk menambah atau mempertahankan persediaan modal.

Deliarnov (1995)

Pengertian investasi menurut Deliarnov adalah pengeluaran keseluruhan yang meliputi pengeluaran untuk pembelian bahan baku atau material, mesin dan peralatan pabrik serta seluruh modal lain yang diperlukan dalam proses produksi, pengeluaran untuk gedung perkantoran, gedung tempat tinggal karyawan dan bangunan konstruksi lainnya, serta serta perubahan nilai stok atau barang cadangan akibat perubahan kuantitas dan harga.

Lypsey (1997)

Pengertian investasi menurut Lypsey adalah pengeluaran atas barang-barang yang tidak dikonsumsi pada saat ini, dimana berdasarkan jangka waktunya, investasi dibedakan menjadi tiga, yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang.

Kasmir dan Jakfar (2012)

Pengertian investasi menurut Kasmir dan Jakfar adalah penanaman modal pada suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu relatif lama pada berbagai bidang usaha. Penanaman modal yang ditanamkan dalam arti sempit berupa proyek-proyek tertentu, baik yang bersifat fisik maupun non fisik, seperti proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung, serta proyek penelitian dan pengembangan.

Sudono

Pengertian investasi menurut Sudono adalah pengeluaran untuk membeli barang modal dan peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti dan menambah barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa yang akan datang.

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

Dalam Standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004, pengertian investasi menurut PSAK adalah suatu aset yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (acceleration of rich) melalui pembagian hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk keuntungan. lainnya untuk perusahaan penanaman modal seperti keuntungan yang diperoleh melalui hubungan dagang.

Ensiklopedia Indonesia

Pengertian penanaman modal menurut Ensiklopedia Indonesia adalah penanaman atau penanaman uang dalam proses produksi dengan cara membeli gedung, mesin, bahan cadangan, memegang uang tunai dan pengembangannya.

Baca juga: Memahami Waran

Webster (1999)

Pengertian investasi menurut Webster adalah menginvestasikan uang dengan harapan memperoleh hasil dan nilai tambah.

Relly dan Brown (2012)

Definisi investasi menurut Relly dan Brown adalah investasi adalah komitmen dolar saat ini untuk jangka waktu tertentu untuk memperoleh pembayaran di masa depan yang akan memberi kompensasi kepada investor untuk (1) waktu dana tersebut berkomitmen, (2) kecuali tingkat inflasi, (3) ketidakpastian pembayaran di masa depan.

Martalena dan Malinda (2011:1)

Pengertian investasi menurut Martalena dan Malinda adalah suatu bentuk penundaan konsumsi pada masa sekarang untuk memperoleh konsumsi pada masa yang akan datang, yang mengandung unsur risiko ketidakpastian sehingga diperlukan kompensasi atas penundaan tersebut.

Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998:2)

Pengertian investasi menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih aset selama jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh pendapatan dan/atau meningkatkan investasi.

Sophar Lumbantoruan (1996:59)

Pengertian investasi menurut Sophar Lumbantoruan adalah penyertaan modal pada perusahaan lain.

Gitman dan Joehnk (2005:3)

Pengertian investasi menurut Gitman dan Joehnk adalah investasi adalah segala sarana yang dapat mempermainkan dana dengan harapan akan menghasilkan pendapatan positif dan/atau mempertahankan atau meningkatkan nilainya. Artinya investasi adalah suatu sarana penempatan dana dengan harapan dapat menghasilkan pendapatan positif dan/atau mempertahankan atau meningkatkan nilainya.

Jones, Utama, Fresidy, Ekaputra dan Budiman (2009:3)

Pengertian investasi menurut Jones, Utama, Frensidy, Ekaputra dan Budiman adalah : Investasi dapat diartikan sebagai komitmen untuk menemukan satu atau lebih aset yang akan dimiliki dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena itu, bidang investasi melibatkan studi tentang proses investasi. Investasi berkaitan dengan pengelolaan kekayaan investor, yang merupakan gabungan dari pendapatan saat ini dan nilai sekarang dari semua pendapatan di masa depan.

Tujuan Investasi

Tujuan investasi meliputi:

Baca juga: Memahami Reksa Dana

  • Untuk mendapatkan penghasilan tetap pada setiap periodenya seperti bunga, royalti, dividen, atau sewa dan lain sebagainya.
  • Untuk membentuk dana khusus, misalnya dana untuk keperluan ekspansi, kepentingan sosial dan sebagainya.
  • Mengendalikan atau mengendalikan perusahaan lain melalui kepemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.
  • Untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan memperoleh pasar atas produk yang dihasilkan.
  • Untuk mengurangi persaingan pada perusahaan sejenis.
  • Menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan cabang-cabang perusahaan.

Manfaat Investasi

Manfaat berinvestasi antara lain:

  • Dapat menambah aset
  • Dapat memenuhi kebutuhan hidup di masa depan
  • Hidup menjadi lebih hemat
  • Mencegah jeratan hutang
  • Menciptakan kebahagiaan bagi keluarga
  • Dapat berinvestasi sesuai dengan keadaan keuangan

Jenis Investasi

Berikut beberapa jenis investasi, yaitu:

Investasi Finansial atau Keuangan

Berikut beberapa contoh investasi keuangan atau finansial seperti:

Menyetorkan

Seorang investor biasanya akan menanamkan modalnya dalam jangka waktu tertentu, namun umumnya bersifat jangka pendek dan memperoleh keuntungan berupa bunga. Bunga deposito biasanya sesuai dengan risikonya. Deposito ada 2 (jenis), yaitu:

Deposito berjangka

Deposito berjangka merupakan bentuk investasi yang aman dan berisiko rendah. Deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang diterbitkan atas nama, tidak dapat diperdagangkan, dan penarikannya disesuaikan dengan jangka waktu tertentu seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan.

Sertifikat deposito

Untuk jenis deposito ini umumnya bunga akan diterima di awal, jangka waktunya biasanya sama dengan deposito berjangka yaitu lebih dari satu tahun atau sesuai aturan yang telah disepakati.

Membagikan

Jika Anda memiliki saham suatu perusahaan, sama saja dengan memiliki aset perusahaan tersebut.

Menjalin kedekatan

Obligasi adalah bukti pernyataan hutang. Dengan kata lain, obligasi adalah bukti bahwa seseorang telah memberikan utang/pinjaman kepada suatu perusahaan atau lembaga tertentu. Jadi pihak yang berhutang akan membayar bunganya dalam jangka waktu tertentu, biasanya jangka waktu pelunasan utangnya lebih dari 12 bulan. Kelebihan obligasi antara lain dapat memberikan pendapatan tetap dan bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan deposito. Kerugian obligasi terjadi apabila pihak yang berhutang mengalami kebangkrutan dan tidak dapat membayar hutangnya serta memiliki jangka waktu yang cukup panjang.

Baca juga: Definisi Saham

Reksa dana

Reksa dana merupakan tempat menghimpun dana secara kolektif, kemudian dana yang terkumpul akan diinvestasikan pada suatu portofolio, yang nantinya akan diinvestasikan. Biasanya jika untung atau rugi akan dibagi rata kepada investor.

Menyimpan

Menabung adalah menyimpan uang di bank agar uangnya terakumulasi dan dapat digunakan di kemudian hari jika diperlukan. Berinvestasi dengan cara ini bisa dilakukan oleh semua orang.

Investasi atau Barang Sektor Riil

Berikut beberapa investasi pada sektor riil atau barang, antara lain:

Sektor manufaktur

Investasi pada sektor ini berkaitan dengan pengelolaan barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi untuk diolah lebih lanjut sehingga menjadi barang yang mempunyai nilai guna yang tinggi. Biasanya pada sektor ini juga ada yang berbasis pada jasa transportasi, otomotif, agrobisnis dan lain sebagainya.

Properti

Investasi pada sektor ini berkaitan dengan bangunan, mulai dari perumahan, apartemen, dan gedung, sehingga bangunan tersebut dapat dijual atau disewakan.

Teknologi

Investasi ini berkaitan dengan usaha-usaha di bidang teknologi, misalnya di dunia pertelevisian, film, rumah produksi, telekomunikasi dan lain sebagainya.

Emas

Harga emas cenderung selalu stabil bahkan meningkat setiap tahunnya. Banyak orang berinvestasi emas, jika sudah naik cukup tinggi maka emas tersebut akan dijual. Biasanya emas yang diinvestasikan adalah emas batangan.

Banyak orang berinvestasi emas karena emas mudah dijual, memiliki daya tahan yang lama, dan harga yang stabil. Namun ada juga kelemahannya yaitu mengalami penurunan harga, namun hal ini jarang terjadi dan tidak memberikan pendapatan tetap.

Jenis Investasi Berdasarkan Aset

Jenis investasi berdasarkan aset merupakan pengklasifikasian investasi ditinjau dari aspek modal dan kekayaan. Ada 2 jenis investasi berdasarkan aset, yaitu:

  • Aset Riil berupa investasi yang berwujud seperti gedung, kendaraan dan lain sebagainya.
  • Aset Keuangan berupa dokumen (surat) tagihan tidak langsung dari pemegangnya mengenai kegiatan nyata pihak yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Baca juga: Memahami Kontrak Berjangka Indeks Saham

Jenis Investasi Berdasarkan Pengaruhnya

Jenis investasi berdasarkan pengaruhnya adalah investasi yang didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi atau tidak mempengaruhi suatu kegiatan investasi. Ada 2 jenis investasi berdasarkan pengaruhnya, yaitu:

  • Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan bersifat spekulatif. Contohnya termasuk pembelian sekuritas.
  • Investasi terinduksi adalah investasi yang dipengaruhi oleh peningkatan permintaan barang dan jasa serta tingkat pendapatan. Contoh investasi ini antara lain pendapatan transitori, yaitu pendapatan yang diperoleh selain bekerja, seperti bunga dan lain sebagainya.

Jenis Investasi Berdasarkan Sumber Pendanaan

Jenis investasi berdasarkan sumber pendanaannya adalah investasi yang didasarkan pada asal usul investasi yang diperoleh. Ada 2 jenis investasi berdasarkan sumber pendanaannya, yaitu.

  • Investasi berasal dari modal asing
  • Investasi berasal dari modal dalam negeri

Jenis Investasi Berdasarkan Bentuknya

Jenis investasi berdasarkan bentuknya adalah investasi yang didasarkan pada cara penanaman investasi tersebut. Ada 2 jenis investasi berdasarkan bentuknya, yaitu:

  • Investasi portofolioo merupakan suatu bentuk investasi yang dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, misalnya saham dan obligasi.
  • Investasi Langsung adalah suatu bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli atau mengakuisisi suatu perusahaan.

Bentuk Investasi

Berikut ini bentuk-bentuk investasi, antara lain:

Investasi tanah

Dengan melakukan investasi tanah, diharapkan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan penggunaan lahan, maka harga tanah di masa depan juga akan meningkat.

Investasi pendidikan

Dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan, diharapkan pencarian kerja dan pendapatan semakin besar.

Investasi saham

Dengan berinvestasi saham diharapkan perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil kerja atau penelitian.

Investasi mata uang asing

Dengan berinvestasi pada mata uang asing, diharapkan investor mendapatkan keuntungan dari menguatnya nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang lokal.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi

Faktor-faktor berikut mempengaruhi tingkat investasi, antara lain:

Baca juga: Pengertian Bank

Pengaruh suku bunga

Jika suku bunga pinjaman turun, investor meminjam modal untuk berinvestasi.

Pengaruh tingkat inflasi

Tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan risiko proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi juga dapat menurunkan rata-rata jatuh tempo pinjaman modal, selain itu juga akan meningkatkan risiko proyek investasi.

Pengaruh infrastruktur

Jika infrastruktur memadai maka efisiensi yang dicapai dunia usaha akan semakin besar dan investasi yang diperoleh akan meningkat.

Pengaruh nilai tukar

Menurut Shikawa, perubahan nilai tukar akan mempengaruhi dua jalur, yaitu sisi permintaan dan sisi penawaran domestik.

Dalam jangka pendek, penurunan nilai tukar akan menurunkan investasi melalui pengaruh negatifnya terhadap penyerapan domestik atau efek pengurangan pengeluaran. Sebab penurunan nilai tukar akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat akibat naiknya tingkat harga umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan dalam negeri masyarakat.

Di sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran terhadap perubahan nilai tukar terhadap investasi relatif tidak pasti. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan meningkatkan produk impor yang diukur dalam mata uang domestik, sehingga meningkatkan harga barang yang diperdagangkan atau barang ekspor relatif terhadap barang yang tidak diperdagangkan, sehingga realitas nilai tukar mata uang domestik akan mendorong perluasan investasi pada barang yang diperdagangkan. barang-barang. itu.

Baca juga: Pengertian Lembaga Keuangan

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian investasi secara umum, pengertian investasi menurut para ahli, tujuan, fungsi, jenis dan faktor yang mempengaruhi tingkat investasi. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.


Comment
Share:

Ad