Penguatan Pendidikan Karakter, Aspek Penting di Era Modern

- Penulis

Minggu, 19 Februari 2023 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan Pendidikan Karakter Aspek Penting di Era Modern

Berada di era yang semakin modern dan canggih seperti saat ini, pendidikan karakter perlu digerakan secara masif di lembaga/lembaga pendidikan dan juga peran penting para pendidik, seperti guru. Sebenarnya apa itu pendidikan karakter? Ini adalah proses internalisasi pendidikan dengan prinsip dan membawa nilai-nilai karakter positif.

Pengertian Pendidikan Karakter

Secara historis, pendidikan karakter sebenarnya mulai berkembang pada abad ke-18 membentuk ruang pendidikan yang setara dengan prinsip-prinsip agama. Masyarakat percaya bahwa pendidikan formal yang dibarengi dengan nilai-nilai teologis yang dipadukan akan menghadirkan Sumber Daya Manusia yang lebih beradab dan tentunya berkualitas.

Dalam bukunya yang berjudul Mendidik untuk Karakter: Bagaimana Sekolah Kita Dapat Mengajarkan Rasa Hormat dan Tanggung JawabThomas Lickona menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu bentuk usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk mendidik orang lain dengan memasukkan nilai-nilai karakter sebagai unsur pencerahan bagi dirinya.

Pasalnya, pendidikan karakter merupakan bentuk upaya kolektif untuk membantu orang lain peduli, memahami, dan bertindak sebagai landasan etis. Artinya memberikan dukungan kepada seseorang untuk menunjukkan perilaku yang positif, misalnya jujur, bertanggung jawab, juga menghargai orang lain.

Sementara itu, merujuk pada buku berjudul Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri, disebutkan bahwa pendidikan karakter adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mengarahkan peserta didik dan mengacu pada peningkatan moral dan kualitas pendidikan.

definisi PPK

Kemudian, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan upaya pendidikan di lingkup sekolah untuk memperkuat karakter peserta didik melalui keserasian hati, olah raga, olah pikir, dan olah raga dengan bantuan dan keterlibatan masyarakat serta kerjasama dari pihak sekolah, keluarga. dan komunitas.

  • Latihan Hati (Etika). Setiap individu yang memiliki kerohanian yang mendalam, taqwa, dan keimanan.
  • Rasa (Estetika). Setiap individu yang memiliki integritas moral yang tinggi, serta rasa budaya dan seni.
  • Pemikiran (Literasi). Setiap individu yang memiliki keunggulan akademik sebagai hasil belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  • Olahraga (Kinestetik). Setiap individu dalam keadaan sehat dan terlibat aktif sebagai warga negara.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter

Memahami apa itu definisi penguatan pendidikan karakter sebenarnya masih belum cukup. Ada beberapa faktor lain yang perlu dikuasai, antara lain memahami karakter utama pendidikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter antara lain:

  • Keagamaan. Ada lima agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Setiap agama dan kepercayaan pasti mengajarkan segala kebaikan kepada sesama manusia dan alam. Landasan inilah yang menjadi dasar bagi seseorang untuk menjadi orang yang taat kepada Tuhan.
  • Nasionalis. Tidak hanya secara lisan, karakter nasionalis juga harus ditunjukkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
  • Mandiri. Orang yang mandiri memiliki rasa tidak bergantung pada orang lain.
  • Gotong royong. Bersosialisasi dengan rasa gotong royong sudah diajarkan sejak zaman dulu.
  • Integritas. Individu dengan jiwa integritas yang tinggi tentunya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak penting serta memiliki keyakinan dan pandangan yang teguh.
Baca Juga :  8 Hal yang Menjadi Persiapan Guru Awal Semester Genap

Contoh Penguatan Pendidikan Karakter

Pembentukan karakter setiap peserta didik merupakan tanggung jawab semua pihak baik orang tua, guru, kepala sekolah maupun masyarakat lainnya. Khususnya di lingkup sekolah, guru merupakan pihak yang sangat menentukan dalam membentuk karakter siswa.

Hal ini dikarenakan guru dan kepala sekolah serta pendidik lainnya memiliki peran sebagai pengganti orang tua, motivator, fasilitator, dan panutan untuk menjadi panutan. Ada beberapa contoh penguatan atau pelaksanaan pendidikan karakter, antara lain:

  • Disiplin. Biasakan selalu datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, dan taat aturan.
  • Kreatif. Menciptakan situasi yang dapat membentuk pola pikir dan tindakan kreatif. Misalnya pemberian tugas yang dapat merangsang kreativitas.
  • Mandiri. Menciptakan kondisi yang dapat mendorong siswa untuk belajar, berpikir dan bertindak secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
  • Keagamaan. Selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk beribadah sesuai agama, berdoa sebelum belajar, dan selalu menjaga kebersihan.
  • Jujur. Contoh sederhana dari aspek ini antara lain mendirikan kantin kejujuran atau tempat khusus untuk barang hilang.
  • Toleransi. Memiliki sikap menghargai dan memperlakukan semua orang di sekolah serta menghargai perbedaan.
  • Rasa ingin tahu. Menciptakan suasana belajar mengajar yang mengundang rasa ingin tahu siswa.
  • Ramah dan komunikatif. Menciptakan suasana di sekolah yang memudahkan interaksi semua pihak dengan bahasa yang santun.
  • Peduli lingkungan. Membiasakan siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah dan rumah. Menyediakan tempat untuk membuang sampah dan tempat cuci tangan, serta kamar mandi yang bersih.
  • Tanggung jawab. Melaksanakan tugas sesuai tanggung jawabnya.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter

Ada beberapa langkah untuk membantu penguatan pendidikan karakter di sekolah yang dapat dijadikan pedoman bagi pendidik kepada peserta didik, antara lain:

  • Penerapan nilai-nilai inti menjadi kebiasaan. Jiwa religius, nasionalisme, rasa kemandirian, integritas, dan gotong royong harus ditanamkan pada diri siswa. Sehingga guru dapat membuat kegiatan pembiasaan berupa menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi atau mengibarkan bendera setiap hari senin.
  • Teladan bagi semua pihak di sekolah. Diharapkan para siswa dapat mencontoh keteladanan sekolah, seperti datang tidak terlambat, disiplin mengerjakan tugas, dan membiasakan berbicara sopan.
  • Keterlibatan semua pemangku kepentingan. Tidak hanya guru, siswa dan pihak lain di sekolah, kepala sekolah juga bisa mengundang alumni, warga sekitar atau orang tua siswa.
  • Menciptakan kegiatan berbasis literasi. Misalnya dengan mengajak siswa membaca selama 15 menit sebelum mulai belajar, menggelar pentas literasi, atau menyediakan area baca.
  • Pengembangan bakat dan minat melalui ekstrakurikuler. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa juga dapat menyalurkan minat, bakat, dan potensinya.
  • Memberikan bantuan. Staf pengajar memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswa baik secara individu maupun kelompok melalui berbagai bentuk kegiatan, misalnya kerja kelompok.
Baca Juga :  Update 42 Daerah yang Telah Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru TW 2 Per Hari Ini 28 Juni 2024

Peran Bapak/Ibu Guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Peran tenaga pengajar tentunya sangat besar dalam dunia pendidikan. Guru haruslah orang yang dapat membuka pikiran, mencerahkan, menumbuhkan keteladanan nilai, perilaku, moral, kasih sayang, dan persatuan.

Mendikbud menilai kunci keberhasilan penguatan pendidikan karakter terletak pada peran tenaga pengajar. Seorang guru tentunya harus memiliki hubungan yang erat dengan siswa, sehingga dapat mengetahui perkembangan dan karakter siswa, baik dari segi intelektual maupun kepribadian.

Selain sebagai tenaga pengajar untuk berbagai mata pelajaran, guru juga harus memiliki kemampuan untuk memfasilitasi siswa agar dapat mencapai target pembelajaran yang telah ditentukan. Tidak hanya itu, guru juga berperan sebagai perantara yang membantu siswa menyaring segala pengaruh negatif yang berdampak buruk bagi perkembangan siswa.

Mendikbud juga menjelaskan bahwa seorang guru juga harus mampu berperan sebagai perantara siswa dengan berbagai sumber belajar, terutama di luar sekolah. Terakhir, sebagai katalis, guru juga harus mampu menggali dan mengoptimalkan apa yang menjadi potensi setiap siswa.

Melalui pembaharuan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2008 menjadi PP Nomor 19 Tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung perubahan paradigma tenaga pendidik agar dapat menjalankan perannya sebagai pendidik. Tidak hanya mendidik setiap siswa, tetapi juga membentuk karakter positif agar menjadi generasi emas Indonesia.

www.quipper.com

Berita Terkait

Ada Jaminan Pensiun Untuk Guru Honorer Swasta, Namun Syaratnya cukup Bikin geleng-geleng
Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024
Pengumuman Piloting PPG 2024 Di Mulai Hari ini, Ayok Cek SIM PKB Bapak/ibu Guru Masing-masing
Guru Kategori Berikut Tidak Usah Khawatir, Ada Bantuan TPP Tambahan Untuk Yang Mengajar Lebih dari 24 Jam
Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024
Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 12:21 WIB

Ada Jaminan Pensiun Untuk Guru Honorer Swasta, Namun Syaratnya cukup Bikin geleng-geleng

Selasa, 23 Juli 2024 - 05:12 WIB

Contoh Surat Pernyataan Atau Pakta Integritas Lapor diri piloting PPG Daljab 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 19:11 WIB

Pengumuman Piloting PPG 2024 Di Mulai Hari ini, Ayok Cek SIM PKB Bapak/ibu Guru Masing-masing

Senin, 22 Juli 2024 - 12:59 WIB

Guru Kategori Berikut Tidak Usah Khawatir, Ada Bantuan TPP Tambahan Untuk Yang Mengajar Lebih dari 24 Jam

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:08 WIB

Download Surat Edaran Piloting PPG Guru 2024

Berita Terbaru

Viral

Jangan Ya Dek Ya Yang Viral Di Tiktok Asli

Rabu, 24 Jul 2024 - 06:53 WIB