PusatDapodik
Home Guru Pembelajaran Rangkuman PPKn Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Merdeka

Rangkuman PPKn Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Merdeka

Rangkuman/Ringkasan Materi PPKn Kelas 7 Bab 1 “Sejarah Lahirnya Pancasila” Kurikulum Merdeka – Bab ini memaparkan sejarah lahirnya Pancasila secara keseluruhan dari latarnya di awal sejarah hingga periode kebangkitan nasional. Selanjutnya tentang proses kelahiran, perumusan sila, hingga penetapannya sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam Dalam tulisan ini, negara diibaratkan sebagai rumah besar bangsa dan Pancasila merupakan pondasi rumah. Agar sebuah rumah menjadi kuat, fondasinya harus kuat dibangun kuat juga. Itulah Pancasila.

3.%20Rangkuman Ringkasan%20Materi%20PPKn%20Kelas%207%20BAB%201%20Kurikulum%20Merdeka min

Rangkuman Materi PPKn Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Mandiri

A. Latar Belakang Sejarah Lahirnya Pancasila

1. Sejarah Awal

Beberapa peninggalan purbakala menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah ada sejak zaman dahulu. Pada masa pra-aksara sebelum abad ke-3 Masehi, nilai-nilai ketuhanan pada masa itu terlihat antara lain pada benda-benda upacara keagamaan, seperti gendang atau gong perunggu yang banyak ditemukan di berbagai tempat, mulai dari Sumatera hingga Alor, Nusa Timur. Tenggara.

Nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan juga berkembang yang dapat dilihat pada jejak-jejak peradaban lama. Jejak peradaban pada masa pra-aksara antara lain lukisan di dinding gua. Banyak tempat di Indonesia yang memiliki lukisan goa, seperti di Wamena Papua, di Leang-leang, Sulawesi Selatan, hingga pedalaman Kalimantan.

2. Zaman Kerajaan Nusantara

Kemakmuran bangsa Indonesia meningkat pada akhir abad ke-7. Di Sumatera muncul kerajaan besar Sriwijaya, disusul dinasti Sanjaya dan Syailendra di Jawa. Kerajaan kembar tersebut membangun Candi Borobudur sebagai candi Budha terbesar di dunia, dan Candi Prambanan sebagai candi Hindu.

Candi-candi ini menunjukkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang kuat. Kemakmuran bangsa dilanjutkan oleh Majapahit yang berdiri setelah mengalahkan pasukan Cina. Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Kamboja, dan Vietnam bagian selatan.

3. Masa Penjajahan

Di Sumatera terjadi perlawanan oleh Sultan Iskandar Muda, Sultan Badaruddin, Si Singamaraja, Imam Bonjol dalam Perang Paderi (1803-1837) dan Cut Nya’ Dhien dalam Perang Aceh (1873-1904). Di Jawa terjadi Perang Diponegoro (1825-1830). Pattimura di Maluku, Jelantik di Bali, serta Pangeran Antasari di Kalimantan juga angkat senjata.

Sedangkan perang laut besar-besaran dilakukan oleh Sultan Babullah di perairan Maluku dan Papua, Hang Tuah di Selat Malaka, serta Sultan Hasanuddin di Laut Sulawesi dan Laut Jawa. Dengan nilai ketuhanan yang kuat, para pahlawan juga berjuang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan nilai persatuan.

4. Masa Kebangkitan Nasional

Budi Utomo yang diprakarsai Wahidin Sudirohusodo didirikan pada 20 Mei 1908. Disusul Sarekat Islam pimpinan Cokroaminoto, kemudian Muhammadiyah dipimpin KH Ahmad Dahlan dan Nahdlatul Ulama dipimpin KH Hasyim Asy’ari.

Douwes Dekker muda, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Indische Partij diasingkan ke Belanda. Kembali ke Indonesia, Dewantara mendirikan Taman Siswa. Abdul Muis, Marah Rusli dan para sastrawan Balai Pustaka berjuang melalui karya sastra untuk menyadarkan masyarakat bahwa kemerdekaan harus terus diperjuangkan.

Puncaknya adalah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, ketika para pemuda bersumpah untuk “berbicara dengan satu darah, berbangsa dan berbahasa yang satu, yaitu Indonesia”.

B. Lahirnya Pancasila

1. Merancang Negara Dasar

BPUPK didirikan pada tanggal 29 April 1945 dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter yang pernah belajar di Belanda, Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Jumlah anggotanya adalah 69 orang yang terdiri dari berbagai suku bangsa di Indonesia, wakil suku bangsa keturunan asing, dan wakil dari Jepang.

Pada tanggal 28 Mei 1945, BPUPK diresmikan. Kantornya di gedung Chuo Sangi-in yang sekarang menjadi Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, di Jakarta. Sidang pertama BPUPK berlangsung dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945.

2. Hari Lahir Pancasila

Pada tanggal 1 Juni 1945, seluruh peserta sidang BPUPK menyepakati nama Pancasila. Sehingga tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila. Terkait dengan poin-poin yang terkandung dalam Pancasila, BPUPK memutuskan untuk merumuskannya kembali.

C. Rumusan Pancasila

Dalam Rapat Panitia Sembilan, Soekarno mengusulkan sila kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan dan ketuhanan. Panitia Sembilan setuju untuk mengubah tata tertib dan merumuskannya.

Tuhan adalah perintah pertama. Kemanusiaan tetap menjadi sila kedua. Persatuan yang meliputi kebangsaan menjadi sila ketiga. Demokrasi yang meliputi permusyawaratan atau demokrasi adalah sila keempat. Keadilan atau kemakmuran adalah sila kelima.

Selanjutnya, semua sepakat dengan rumusan Pancasila saat itu. “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia. Penduduk dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Rumusan Pancasila dicantumkan dalam pembukaan atau mukadimah dasar hukum negara yang tertulis. Yamin memberi nama naskah itu Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

D. Penetapan Pancasila

Fondasi atau dasar negara telah dirancang oleh Komite Sembilan. Hal itu masih perlu dibicarakan lagi sebelum dapat ditetapkan secara formal sebagai dasar negara Indonesia. Untuk membahasnya, BPUPK mengadakan rapat kedua pada tanggal 10-14 Juli 1945, di Pejambon, Jakarta.

Sidang ini membahas rancangan undang-undang tertulis yang hasilnya akan digunakan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang akan dibentuk. Naskah Piagam Jakarta yang telah disusun akan menjadi bagian dari Pembukaan dasar hukum tertulis dan rumusan Pancasila dituangkan dalam Pembukaan.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan memproklamasikan kemerdekaan, bangsa Indonesia mulai mendirikan negara yang dibangun di atas dasar atau dasar Pancasila yang telah dirumuskan.

Rangkuman Materi PPKn Lainnya selengkapnya dapat dilihat dengan mengklik gambar berikut ini :

www.sinau-thewe.com

Comment
Share:

Ad