Teori Atom – Tentu kalian sudah familiar dengan materi yang akan kita bahas kali ini. Sebab, materi teori atom ini pasti sering kamu jumpai di mata pelajaran fisika. Bahan ini juga tentunya bukan bahan yang mudah. Nah, pada pembahasan kali ini kita akan membahas teori atom menurut para ahli beserta gambarannya.

Sebelum membahas materi teori atom menurut para ahli, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian dan asal usul teori atom. Kata atom berasal dari kata “atomos” dalam bahasa Yunani yang berarti “tak terpisahkan”.

Awal mula dasar teori atom dikemukakan oleh seorang ahli dari Yunani, yaitu Democritus pada abad ke-4 SM. Menurut teori atom yang dikemukakan oleh Democritus, atom adalah benda yang sangat kecil sehingga tidak dapat dibagi lagi.

Menurutnya atom benar-benar padat, ada ruang kosong di antara atom untuk memungkinkan ruang geraknya (seperti di air dan udara), dan tidak memiliki struktur internal.

Namun, model teori atom Democritus ini tidak memiliki bukti eksperimental sampai, mulai tahun 1800-an, muncul teori-teori baru berdasarkan hasil eksperimen. Beberapa teori atom yang muncul dan paling terkenal dalam fisika saat ini adalah teori atom menurut Rutherford, John Dalton, dan JJ. Thomson.

Teori Atom John Dalton

Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan teori atom berdasarkan dua hukum, yaitu hukum komposisi tetap (hukum Prouts) dan hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier).

Menurut Prouts: “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.”

Menurut Lavosier: “Massa total zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total produk reaksi”.

Teori Atom John DaltonBerdasarkan kedua hukum tersebut, John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang teori atom sebagai berikut:

  • Atom adalah bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi.
  • Atom digambarkan sebagai bola padat yang memiliki ukuran sangat kecil.
  • Atom bergabung dan membentuk senyawa. Misalnya, air terdiri dari atom hidrogen dan atom oksigen.

Reaksi kimia adalah pemisahan atau penataan ulang atom-atom, sehingga atom-atom tersebut tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Keuntungan:

Mulai membangkitkan minat dalam penelitian tentang model atom.

Kelemahan:

Teori atom menurut Dalton belum dapat menjelaskan bahwa larutan dapat menghantarkan arus listrik.

Baca juga:

Model Teori Atom JJ. Thomson

Menurut JJ Thomson pada tahun 1900, menurutnya di dalam atom terdapat partikel elektron dan proton. Berdasarkan hasil eksperimennya, proton memiliki massa yang lebih besar daripada elektron, sehingga model atom Thomson dapat digambarkan sebagai proton tunggal yang besar.

Proton memiliki elektron yang dapat menetralkan muatan positif pada proton. Menurut JJ. Thomson, atom terdiri dari bola bermuatan positif yang padat. Secara umum, teori atom Thomson berbunyi: “Atom adalah bola padat yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar muatan negatif elektron.”

Teori Atom JJ ThomsonSecara sederhana, model teori atom Thomson dapat dianalogikan seperti jambu biji yang telah dikupas kulitnya. Nah, biji jambu biji yang tersebar merata dimodelkan sebagai elektron sedangkan bola daging jambu biji padat dianalogikan sebagai proton.

Keuntungan:

Teori atom Thomshon mampu membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif lainnya dalam atom. Artinya atom bukanlah bagian terkecil dari suatu unsur.

Kelemahan:

Model Thomson tidak mampu menjelaskan komposisi muatan negatif dan positif yang terkandung dalam bola atom.

Model Atom Rutherford

Menurut Rutherford, pada tahun 1910, bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Erners Masreden), ia melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) pada lempeng tipis emas. Dari pengamatannya diketahui bahwa sebagian besar partikel alfa mampu menembus lembaran emas tanpa dibelokkan.

Teori Atom RutherfordBerdasarkan gejala yang terjadi, Rutherford menyimpulkan bahwa:

  • Atom bukanlah bola padat, karena hampir semua partikel alfa diteruskan.
  • Jika lempengan emas dianggap sebagai lapisan atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel-partikel kecil yang bersifat positif.
  • Partikel-partikel ini adalah partikel-partikel yang menyusun inti atom.

Berdasarkan pengamatan tersebut, Rutherford mengusulkan suatu model atom, yaitu “Sebuah atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil yang bermuatan positif, dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif”.

Keuntungan:

Atom tersusun atas inti atom dan elektron yang mengelilingi inti atom.

Kelemahan:

Teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa sebuah elektron tidak dapat jatuh ke dalam inti atom.

Model Atom Niels Bohr

Menurut Neils Bohr pada tahun 1913, dia mengoreksi kegagalan atom Rutherford melalui eksperimennya pada spektrum atom hidrogen. Berdasarkan hasil eksperimennya, Bohr memberikan gambaran tentang keadaan orbit elektron dalam menempati daerah sekitar inti atom. Menurut Neils Bohr, elektron hanya mengelilingi inti atom pada orbit tertentu, yaitu hanya terdapat sejumlah orbit tertentu dan perbedaan antara orbit tersebut adalah jarak orbit ke inti atom.

Teori Atom Neils BohrPenjelasan Niels Bohr tentang atom merupakan gabungan antara teori klasik Planck dan teori kuantum Rutherford. Secara umum, Niels Bohr mengemukakan model atom sebagai berikut:

  • Elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti atom dalam jalur tertentu, dan tidak memancarkan energi.
  • Elektron dalam atom dapat bergerak di antara jalur.
  • Pergerakan elektron dalam atom adalah dari tingkat energi tertinggi ke tingkat terendah disertai dengan pancaran energi.

Menurut model teori atom Bohr, elektron berputar mengelilingi inti dalam lintasan tertentu yang dikenal sebagai tingkat energi atau kulit elektron. Tingkat energi terendah adalah kulit elektron yang letaknya paling dalam, semakin ke luar, semakin besar jumlah kulit elektronnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

Keuntungan:

Atom Bohr adalah atom yang terdiri dari beberapa kulit sebagai tempat pergerakan elektron.

Kelemahan:

Model atom ini tidak mampu menjelaskan efek Strack dan efek Zeeman.

Nah, itulah penjelasan teori atom menurut para ahli dan gambar yang bisa kami berikan. Jika Anda sudah memahami materi ini, Anda dapat melanjutkan ke materi berikutnya yaitu Struktur atom. Terima kasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *