Hati-Hati, Tunjangan Guru Bisa di Kembalikan Jika Guru Melakukan 5 Hal ini

- Penulis

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Dapodik – Tunjangan guru adalah salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap profesi pendidik. Tunjangan ini diberikan sebagai tambahan penghasilan bagi guru yang memenuhi syarat tertentu. Namun, tidak semua guru bisa tenang menikmati tunjangan ini. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan tunjangan tersebut harus dikembalikan. Artikel ini akan membahas lima hal yang dapat membuat tunjangan guru harus dikembalikan, lengkap dengan penjelasan dan contoh nyata.

1. Ketidakhadiran Tanpa Alasan yang Jelas

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan tunjangan guru adalah kehadiran yang konsisten. Guru yang sering tidak hadir tanpa alasan yang jelas bisa kehilangan hak atas tunjangan mereka. Ketidakhadiran ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti malas, tidak disiplin, atau bahkan melakukan pekerjaan sampingan yang mengganggu tugas utama sebagai guru.

Contoh Kasus

Ada sebuah kasus di mana seorang guru di daerah terpencil sering tidak hadir di sekolah karena harus mengurus bisnis keluarganya. Meskipun alasan tersebut mungkin bisa dimaklumi, ketidakhadiran yang terlalu sering membuat tunjangannya harus dikembalikan.

2. Tidak Memenuhi Beban Kerja Minimum

Guru memiliki beban kerja yang harus dipenuhi untuk mendapatkan tunjangan. Beban kerja ini biasanya mencakup jumlah jam mengajar, tugas tambahan, dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Guru yang tidak memenuhi beban kerja minimum ini bisa kehilangan hak atas tunjangan mereka.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Bahasa Inggris English for Nusantara Kelas 9 Halaman 178 Kurikulum Merdeka: Worksheet 3.15

Contoh Kasus

Seorang guru di sebuah sekolah negeri diketahui hanya mengajar setengah dari beban kerja yang seharusnya. Meskipun ia tetap hadir di sekolah, kurangnya jam mengajar membuat tunjangannya harus dikembalikan.

3. Melakukan Pelanggaran Kode Etik

Sebagai pendidik, guru diharapkan mematuhi kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik ini, seperti melakukan tindakan tidak senonoh, memberikan nilai tidak adil, atau melakukan kekerasan terhadap siswa, bisa berakibat pada pencabutan tunjangan.

Contoh Kasus

Di sebuah kota besar, seorang guru terbukti melakukan pelecehan terhadap siswa. Selain menghadapi sanksi hukum, guru tersebut juga harus mengembalikan tunjangan yang telah diterimanya.

4. Tidak Mengikuti Program Pengembangan Profesional

Pemerintah dan instansi pendidikan seringkali mengadakan program pengembangan profesional bagi guru. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Guru yang tidak mengikuti program ini tanpa alasan yang jelas bisa kehilangan hak atas tunjangan.

Contoh Kasus

Seorang guru di sekolah swasta menolak mengikuti program pelatihan yang diwajibkan oleh dinas pendidikan. Akibatnya, tunjangannya harus dikembalikan karena dianggap tidak berupaya meningkatkan kompetensinya.

Baca Juga :  Uraian Tugas Jabatan Fungsional Refraksionis Optisien

5. Memberikan Informasi Palsu

Saat mengajukan tunjangan, guru harus memberikan informasi yang akurat dan benar. Memberikan informasi palsu, seperti memalsukan data kehadiran atau prestasi, bisa berakibat serius. Tidak hanya tunjangan yang harus dikembalikan, tetapi guru tersebut juga bisa menghadapi sanksi hukum.

Contoh Kasus

Seorang guru di sebuah kabupaten diketahui memalsukan data kehadiran untuk mendapatkan tunjangan lebih. Setelah investigasi, tunjangannya dicabut dan ia diwajibkan mengembalikan semua tunjangan yang telah diterima.

Penutup

Tunjangan guru adalah hak yang harus dihargai dan dijaga dengan baik. Namun, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan tunjangan ini harus dikembalikan. Ketidakhadiran tanpa alasan, tidak memenuhi beban kerja, melanggar kode etik, tidak mengikuti program pengembangan profesional, dan memberikan informasi palsu adalah lima hal utama yang harus dihindari oleh guru. Dengan mematuhi aturan dan menjalankan tugas dengan baik, guru bisa memastikan tunjangan mereka tetap aman dan bisa dinikmati.

Sebagai pendidik, tanggung jawab tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada siswa, sekolah, dan masyarakat. Menjaga integritas dan profesionalisme adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dalam profesi guru mulia ini. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berintegritas tinggi.

Berita Terkait

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB
Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru
Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini
Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli
Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?
Semua Honorer Yang Terdata di BKN Akan Diangkat Menjadi ASN, Begini Cara Melihat Terdata di BKN
Informasi Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag 2024: Semua Honorer Jadi ASN, Berikut Formasinya
Mulai Meredup!! Nasib Tenaga Honorer Makin Tidak Jelas, Jadi di angkat PPPK Tahun 2024 ini ?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:46 WIB

Ini Yang Harus Bapak/ibu Lakukan Jika sudah Terpanggil PPG Daljab 2024 di SIMPKB

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:50 WIB

Cara Melihat Penilaian Pengelolaan Kinerja PMM di E- Kinerja BKN Untuk Guru

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:24 WIB

Selamat untuk Guru Jateng, TPG TW 2 Akan Segera di Kirimkan ke Rekening Pertengahan Juli Ini

Minggu, 14 Juli 2024 - 10:59 WIB

Bukan Tanggal 15 Juli, MenpanRB Targetkan Seleksi CPNS 2024 Tetap Dibuka Bulan Juli

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:15 WIB

Tenaga honorer Makin Rumit, Sekarang Gaji Akan di Potong 3% Untuk Tapera ?

Berita Terbaru