Dalam kehidupan sehari-hari, elektrolisis banyak digunakan untuk penyepuhan logam agar tidak mudah berkarat. Misalnya pelapisan perak pada peralatan rumah tangga.
Pada proses penyepuhan, logam yang akan disepuh digunakan sebagai katoda yang akan mengalami reduksi, sedangkan logam penyepuhan digunakan sebagai anoda yang akan mengalami oksidasi, dan sebagai larutan elektrolit digunakan larutan yang mengandung komponen ion logam penyepuhan.
Untuk lebih jelasnya mari kita bahas materi berikut ini.
Definisi Elektrolisis

Elektrolisis adalah proses penguraian suatu elektrolit dengan arus listrik, dimana energi listrik (arus listrik) akan diubah menjadi energi kimia (reaksi oksidasi-reduksi) melalui elektroda.
Elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik adalah katoda yang akan mengalami reaksi reduksi dimana elektroda bermuatan negatif (-), sedangkan elektroda yang mengirimkan elektron kembali ke sumber arus adalah anoda yang akan mengalami reaksi oksidasi dimana elektroda bermuatan positif (+).
Sel Elektrolit
Pada sel elektrolisis terdapat ciri-ciri utama, yaitu:
- Terdapat larutan elektrolit yang mengandung ion bebas, dimana salah satu komponen ioniknya mengandung ion dari anoda. Ion-ion ini nantinya akan memberi atau menerima elektron yang akan mengalir melalui larutan elektrolit.
- Ada sumber arus listrik eksternal yang kemudian akan diubah menjadi energi kimia.
- Terdapat dua elektroda, dimana katoda (-) akan mengalami reduksi sedangkan anoda (+) akan mengalami oksidasi.
Perlu diperhatikan reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda. Berikut ini adalah aturan reaksi.
Pada pengurangan katoda:
1. Ion-ion positif dari larutan elektrolit akan tereduksi, kecuali ion-ion dari larutan golongan IA, II A, Al, dan Mn, yang tereduksi adalah air.
Mx+ (aq) + xe– → M(s) atau 2H2O+2e– → H2 (g) + 2OH–
2. Ion positif dari meleleh golongan IA, II A, Al, dan Mn akan tereduksi.
Mx+ (l) + xe– → M(s)
Pada anoda-oksidasi:
1. Jika elektroda tidak lembam, maka akan teroksidasi.
M(s) → Mx+ + xe–
2. Jika elektroda inert (Au, C, Pt), maka elektroda tidak akan teroksidasi. Yang teroksidasi adalah ion negatif dengan kondisi sebagai berikut.
A. Jika ion negatif berasal dari halogen (F–kl–Saudara laki-laki–Saya–), akan teroksidasi.
2X– → X2 + 2e–
B. Jika ion negatif berasal dari ion oxy (ada oksigen), seperti SO42-TIDAK3–dan PO43-maka tidak akan teroksidasi, yang teroksidasi adalah air.
2 jam2O → O2 (g) + 4H+ + 4e–
C. Jika ion negatif adalah hidroksida, maka akan teroksidasi.
4OH– → O2 (g) + 4H+ + 4e–
Baca juga Sifat Koligatif Larutan.
Contoh Masalah Elektrolisis
Gambar dan tuliskan reaksi elektrolisis di katoda dan anoda dari:
- Elektrolisis larutan CaCl2 dengan elektroda karbon (C).
- Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda tembaga (Cu).
- Elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda Platinum (Pt).
Diskusi
1. Elektrolisis larutan CaCl2 dengan elektroda karbon (C).

CaCl2 (aq) → ca2+ (aq) + 2Cl– (SAYA)
Katoda-Reduksi: 2H2O+2e–→ H2 (g) + 2OH–, karena ion positif dari larutan tujuan. II A.
Anoda-Oksidasi : 2Cl– (aq) → kl2 (g) + 2e–karena elektroda C bersifat inert, ion Cl– teroksidasi.
2. Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda tembaga (Cu).

CuSO4 (aq) → Cu2+ (aq) + SO42- (SAYA)
Katoda-Reduksi: Cu2+ (aq) + 2e– → Cu(s), karena ion positif dari larutan selain tujuan. IA, IIA.
Anoda-Oksidasi : Cu (s) → Cu2+ (aq) + 2e–karena elektroda tidak lembam, Cu teroksidasi.
3. Elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina (Pt).

NaCl (l) → Na+ (l) + Cl– (l)
Katoda-Reduksi: Na+ (l) + e– → Na (s), karena ion positif dari tujuan meleleh. mengurangi IA.
Anoda-Oksidasi : 2Cl– (aq) → kl2 (g) + 2e–karena elektroda Pt bersifat inert, ion Cl– teroksidasi.
Demikianlah pembahasan tentang elektrolisis. Semoga bermanfaat. Baca juga Gas mulia.
rumuspintar.com








