Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daur ulang adalah pengolahan kembali bahan-bahan yang telah terpakai, seperti serat, kertas, dan air untuk mendapatkan produk baru. Padahal, cara pengolahan yang tepat dapat mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dengan membuang sampah begitu saja akan mencemari lingkungan sekitar. Walaupun sebenarnya mendaur ulang sampah atau daur ulang bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi masalah sampah yang semakin melimpah, mengingat masih ada cara lain yang bisa ditempuh untuk terbebas dari masalah sampah yaitu Rethink (mempertimbangkan), Refuse (menolak barang sekali pakai). ), Reduce (pengurangan), Reuse (penggunaan kembali), dan Repair (pemeliharaan/perbaikan).
Baca juga: Mengenali Sampah dan Jenisnya
Namun, tidak semua sampah dapat didaur ulang. Oleh karena itu perlu dipisahkan menurut jenisnya sebelum didaur ulang. Misalnya, beberapa limbah seperti pecahan kaca dapat didaur ulang menjadi produk kaca baru. Sampah plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk seperti tas, alat makan dan botol kemasan. Sedangkan kertas dapat didaur ulang menjadi kertas baru.
Limbah Ternak
Selain itu, banyak masyarakat yang memelihara hewan ternak sebagai upaya untuk menambah pendapatan. Beberapa digunakan untuk daging, susu, dan energi mereka. Selama ini kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan hanya sebagai limbah.
Padahal, selain digunakan sebagai pupuk organik, kotoran ternak juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari kotoran ternak atau limbah organik lainnya oleh aktivitas bakteri (misalnya Methanobacterium).
Kandungan gas utama dalam biogas adalah metana (CH4). Gas ini tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Kotoran dari sisa organisme seperti kotoran sapi, kotoran kerbau, bahkan limbah daun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas.
www.kelaspintar.id








