Siklus Litik: Pengertian, Tahapan, Perbedaan Siklus Litik & Siklus Lisogenik
Apakah virus itu makhluk hidup? Sebenarnya virus berbeda dengan makhluk hidup pada umumnya, namun ada alasan yang membuat virus disebut makhluk hidup. Hal ini berkaitan dengan kemampuannya untuk mereproduksi dirinya sendiri.
Salah satu proses yang terjadi pada perbanyakan virus adalah siklus litik. Selain siklus litik, ada juga siklus lisogenik. Kedua siklus ini memiliki perbedaannya masing-masing.
Pengertian Virus
Virus berasal dari kata latin virion yang berarti racun dan bersifat parasit obligat.
Virus adalah organisme yang memiliki ciri tidak memiliki sel atau aselular, mampu bereproduksi dalam sel hidup, ukuran tubuhnya mikroskopis dan tersusun dari asam nukleat yang dibungkus oleh kapsid.
Struktur tubuh virus terdiri dari kepala virus, leher dan ekor virus. Berikut adalah gambar struktur tubuh virus:

- Kepala virus, yang terdiri dari asam nukleat di dalamnya dan ditutupi oleh kapsid. Kapsid berfungsi memberikan bentuk pada virus dan sebagai pelindung asam nukleat dari kerusakan. Ini juga dapat menyediakan protein sehingga dapat menembus dinding sel inang selama infeksi.
- Leher virus, merupakan tempat bergabungnya kepala dan ekor virus.
- Ekor virus merupakan salah satu bagian penting dari tubuh virus, karena ekor berfungsi untuk menempel pada tubuh sel inang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat hidup virus. Bentuk ekornya seperti tabung yang memiliki serat.
Virus disebut makhluk hidup karena dapat memperbanyak diri. Virus juga banyak jenisnya dan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.
Definisi Siklus Litik
Siklus litik adalah siklus pada virus yang akan menghancurkan berbagai sel punca setelah berhasil bereproduksi. Siklus litik merupakan siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian sel inang.
Istilah litik mengacu pada tahap akhir terinfeksi virus, yaitu ketika sel inang bakteri litik atau pecah dan melepaskan fag yang dihasilkannya di dalam sel inang.
Fase merupakan jenis virus yang dapat dipahami dibandingkan dengan beberapa jenis virus lainnya, yaitu kepala ikosahedral melekat pada ekor protein beserta beberapa serat ekor yang dapat digunakan untuk menempel pada suatu bakteri.
Virus yang dapat bereplikasi melalui siklus litik dikenal sebagai virus ganas.
Tahapan Siklus Litik
- Tahap Penyerapan atau Lampiran
Tahap penyerapan adalah tahap ketika partikel virus atau virion menempel pada sel yang terinfeksi.
Tempat penempelan virus ini terjadi pada sel inang yang terjadi pada reseptor atau protein khusus pada membran plasma sel inang yang sudah mengenali virus tersebut.
- Tahap Penetrasi
Pada tahap ini bahan genetik atau virus dapat masuk ke dalam sitoplasma sel inang.
- Tahapan Replikasi dan Sintesis
Tahapan replikasi dan sintesis adalah terjadinya banyak partikel virus di dalam sel inang. Sel inang dikendalikan oleh materi genetik yang berasal dari virus sehingga sel dapat membuat komponen virus yaitu asam nukleat dan protein untuk kapsid.
- Tahap Perakitan atau Pematangan
Tahap pematangan atau pengeleman ini merupakan tahap dimana partikel virus akan meninggalkan sel inangnya dengan cara memecah sel tersebut. Oleh karena itu, sel inang akan mati.
Perbedaan antara Siklus Litik dan Siklus Lisogenik
| TIDAK | Siklus Litik | Siklus Lisogenik |
| 1 | Menghancurkan sel setelah berhasil memperbanyaknya | Tidak akan merusak sel, tetapi akan berintegrasi dengan DNA sel punca |
| 2 | Ada 5 tahap: Tahap penyerapan -> tahap penetrasi -> tahap replikasi -> tahap perakitan -> tahap rilis | Ada 4 tahap: Tahap penyerapan -> tahap penetrasi -> tahap agregasi -> tahap replikasi |
| 3 | Kondisi awal sel inang tidak termasuk dalam virulensi | Kondisi awal sel inang adalah bersifat virulen |
| 4 | Dapat dihentikan karena sel inang rusak (kelanjutan siklus) | Dapat dilanjutkan jika virulensi bakteri hilang (siklus berlanjut) |
| 5 | Keadaan akhir siklus litik sel inang akan mati | Keadaan akhir sel inang masih bisa berjalan dan membelah diri |
| 6 | Waktu lebih singkat/cepat | Waktunya cukup lama |


Habitat Virus
Virus menunjukkan dirinya saat hidup atau berada di dalam sel organisme lain atau disebut sel inang. Sel inang dapat berupa bakteri, sel tumbuhan, sel hewan, mikroorganisme eukariotik dan sel manusia.
Dari tabel dan gambar siklus litik dan lisogenik dapat dilihat bahwa memang kedua siklus tersebut memiliki tahapan yang berbeda. Memahami kedua jenis siklus ini diperlukan jika Anda ingin memahami cara virus bereproduksi.
mejakelas.com
Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru
GABUNG







