Perempuan Masa Kini Bukan 3M : Macak, Manak, Masak
SIDOARJO, pusatdapodik.com – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PR PMII) Rayon Talijagad Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar acara Ngopri (Ngopi Diskusi Kopri) yang digelar di Coffe Vaccine, Desa Sekardangan, Sabtu (10/06).
Agenda resmi perdana pengurus PMII Talijagad PR Kopri mengusung tema “Apa itu Kopri?”. Ada sekitar dua puluh kader dan anggota Talijagad Rayon yang hadir.
Lailatul Azizah, Ketua Kopri Rayon Talijagad mengatakan, agenda ngopri dilakukan untuk memperkenalkan apa itu kopri, dan ketika kita membahas tentang kopri kita akan menyatukan dua persepsi antara laki-laki dan perempuan.
Baca Juga: Keren, Sidoarjo Punya Lapangan Berstandar AFC yang Berada di Desa Siwalanpanji
Mahasiswa akuntansi UNUSIDA tersebut menjelaskan bahwa diskusi tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada anggota Rayon Talijagad sebelum pelaksanaan agenda Gender Islamic School Talijagad IV.
“Perlu diketahui bahwa Kopri bersama ini merupakan wadah kader perempuan untuk bisa lebih cocok dengan PMII. Agenda seperti ini akan terus dilakukan dengan tema-tema baru yang lebih seru tentunya,” ucapnya.
Ngopri (Ngopi Bahas Kopri) yang digelar di Coffe Vaccine, Desa Sekardangan, Sabtu (10/06). (Foto: Semut)
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon dan Mars PMII.
Hadir sebagai pemrakarsa adalah Sahabat Erwinda Eka Prastyawati, S.Ak selaku Ketua Komisariat Kopri UNUSIDA Lintang Songo.
Erwinda membuka sesi diskusi dengan menanyakan Anggota dan Kader Kecamatan Talijagad “Apa itu Kopri?”. Ada dua jawaban dari sahabat Rindi Antika yaitu “Perempuan adalah PMII”, dan dari sahabat Rizal Idul Fitrianto yaitu “Wadah kader perempuan di PMII”.
Baca Juga: Demonstrasi Gas Minarak Berantas Karyawan Menuntut Hak Tak Dibayar Selama 3 Tahun
“Forum di PMII untuk kader perempuan yang juga membahas tentang gender dan seksualitas. Gender adalah sifat laki-laki dan perempuan yang bisa diubah, sedangkan seksualitas adalah sesuatu yang ada pada laki-laki dan perempuan yang tidak bisa diubah,” jelasnya.
Erwinda melanjutkan, wanita zaman sekarang berbeda dengan wanita zaman jahiliyah yang hanya sebagai pemuas nafsu belaka.
“Dulu perempuan tidak lebih dari peran 3M Macak, Manak, Masak. Tapi sekarang perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, yaitu dididik, bersuara, dan berperan,” tegasnya. (Semut)
www.cakrawala.co
Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru
GABUNG







