OLEH: Diakon Eki Junedin, OCD

Yesus berkata, “Perhatikan kata-kata hakim yang kejam itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya, yang berseru kepada-Nya siang dan malam? Dan apakah Ia menunda-nunda sebelum membantu mereka?”

*Inspirasi Harian Katolik

Perumpamaan hakim zalim yang membela kasus janda menekankan karakter Allah yang maha pengasih dan maha mendengar.

Baca Juga: Tegas! Kapolres NTT Ingatkan Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur terkait Kasus Carles Marsoni

Jika hakim yang zalim mengabulkan permintaan seorang janda miskin karena dia tidak ingin terus-menerus diganggu, begitu juga Tuhan. Dia mendengarkan kita justru karena Dia ‘terganggu’ oleh apa yang kita butuhkan.

Tuhan selalu rela mengganggu kita, karena hanya dengan begitu kita akan damai karena kita memiliki hubungan dengan-Nya.

Itu selalu pertanyaan yang sama: jika Tuhan maha tahu, mengapa kita harus selalu menghubungi-Nya dalam doa? Mengapa kita harus meminta sesuatu yang sudah Dia ketahui? Karena Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan, maka apa yang Dia berikan bukan berdasarkan apa yang kita inginkan, tetapi pada apa yang Dia inginkan.

Baca Juga: Shio Ini Disebut Raja Uang Di Tahun Kelinci Air 2023

Jadi, berdoa tanpa henti bukan berarti meminta, meminta, dan terus meminta, tetapi apa yang seharusnya mencintai, yaitu memberi, memberi, dan memberi tanpa batas.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *