PusatDapodik
Home Guru Kepegawaian Instruksi Nadiem kepada Pemda: Angkat Guru Penggerak Jadi Kepsek & Pengawas

Instruksi Nadiem kepada Pemda: Angkat Guru Penggerak Jadi Kepsek & Pengawas

menjadi guru penggerak

Nadiem – Mendikbudristek Nadiem Makarin mendapat berbagai masukan dari pengerahan guru dan kepala sekolah di Kalbar dalam kunjungan kerjanya 24-25 Oktober 2022. Salah satu masukan tersebut adalah untuk mendorong pemerintah daerah memprioritaskan guru menjadi kepala sekolah dan pengawas.

“Mendapat masukan dari berbagai guru untuk mendorong pemerintah daerah, mendesak para guru penggerak untuk segera menjadi kepala sekolah dan pengawas, melaksanakan Permendikbud kita,” ujarnya.

Nadiem juga menjelaskan masukan kepada Pemerintah Daerah Kalbar. Ia pun menjelaskan secara langsung kepada Bupati Kabupaten Sanggau, Kalbar.

“Program mobilisasi guru ini tidak akan banyak berarti bagi daerah jika pemerintah daerah tidak mengangkat guru mengemudi menjadi kepala sekolah dan pengawas,” kata Nadiem dalam komunikasinya dengan para guru mengemudi dan calon guru di Kabupaten Sanggau.

“Dalam Permendikbud kami, para lulusan (guru pindah) ini harus diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas. Mohon dukungannya Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” sambungnya

Awalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Pernendikbudristek 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Peraturan ini menjelaskan bahwa jalur kepemimpinan pendidikan di masa depan adalah dari jalur guru penggerak.

“Gerakan (guru gerakan) ini terus berlanjut, apakah itu ganti presiden, siapa bupati atau bupati. Terserah apa yang dipenuhi dulu (kepala sekolah atau pengawas), tapi harapannya segera dicabut,” kata Nadiem.

Menurut Permendikbud No. 4 Tahun 2021, salah satu syarat menjadi kepala sekolah adalah memiliki sertifikat guru mengemudi. Sedangkan menurut Permendikbud Nomor 26 Tahun 2022, Sertifikat Guru Penggerak dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan mendaftar pengawas sekolah atau penugasan lain di bidang pendidikan.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Praptono awalnya menjelaskan, guru yang sudah memiliki sertifikat diklat calon kepala sekolah tetap akan diprioritaskan. Namun, pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala sekolah akan ditiadakan mulai 2022.

“Calon kepala sekolah adalah mereka yang memiliki sertifikasi guru mengemudi, selain menampung mereka yang sudah memiliki sertifikat pendidik bagi calon kepala sekolah. Kini, mulai tahun 2022, pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala sekolah telah dihapuskan. Jadi, segala persiapan calon kepala sekolah dipenuhi dari pendidikan guru mengemudi,” jelas Praptono dalam Silaturahmi Belajar Gratis, dikutip dari kanal YouTube Kemendikbud RI.

Comment
Share:

Ad