Mengenal Model Pembelajaran STAD

- Penulis

Minggu, 23 Oktober 2022 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pexels photo 1181233.webp

pexels photo 1181233.webp

Pusat dapodik – Pada era sekarang ini, siswa dituntut untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran di kelas agar siswa memiliki karakter yang kuat dalam kehidupan. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menerapkan model pembelajaran STAD.

STAD adalah singkatan dari Divisi Prestasi Tim Mahasiswa yang berarti divisi prestasi tim mahasiswa. Model STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya dari Universitas Johns Hopkins.

Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dilakukan untuk merangsang keterampilan siswa dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil dengan kemampuan akademik yang berbeda-beda sehingga mereka bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran.

Prinsip/Komponen Utama Model Pembelajaran STAD

Menurut Slavin (1994:71), model pembelajaran STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu: presentasi kelas, pembangunan tim, kuis, penilaian kemajuan individu dan penghargaan tim.

– Presentasi kelas (Presentasi Kelas)

Pada awalnya materi pelajaran diperkenalkan oleh guru dalam presentasi kelas dalam bentuk pembelajaran langsung atau diskusi kelas yang dipimpin oleh pendidik dan bisa juga dalam bentuk presentasi melalui audio visual.

Presentasi kelas dalam STAD berbeda dengan presentasi kelas pada umumnya. Presentasi kelas di STAD fokus pada unit STAD. Selama presentasi, siswa harus memperhatikan dan berkonsentrasi penuh, karena hal ini akan membantu siswa dalam menjawab kuis dan skor kuis setiap siswa menentukan nilai timnya.

Baca Juga :  Aplikasi Praktis Koreksi Lembar Jawab Ujian Peserta Didik Secara Otomatis

– Membangun Tim

Setiap tim terdiri dari 4-5 siswa yang mewakili keragaman prestasi belajar, jenis kelamin, dan suku. Fungsi utama tim adalah untuk memastikan bahwa semua anggota tim dapat belajar dan mempersiapkan kelompok untuk mengerjakan kuis dengan baik.

Setelah guru mempresentasikan materi, setiap tim dapat mengerjakan lembar kerja atau materi lainnya. Dengan demikian, siswa dapat mendiskusikan, membandingkan, dan mengoreksi jawaban.

Keberadaan tim dalam STAD sangat penting, terutama untuk menempatkan anggota tim agar dapat bekerja sama dan saling membantu.

Ulangan

Setelah guru selesai mempresentasikan, guru dapat mereview pengetahuan siswa melalui kuis dan dapat dilakukan oleh siswa secara individu dan setiap siswa dilarang saling membantu. Pemberian kuis juga berfungsi untuk mengevaluasi kemajuan belajar siswa.

Kuis dapat diberikan dalam bentuk lembar formulir evaluasi prestasi individu untuk mengetahui penguasaan masing-masing anggota tim terhadap materi yang dibahas.

– Penilaian Kemajuan Individu

Tujuan dari penilaian kemajuan individu adalah agar setiap anggota tim dapat mencapai tujuan pencapaian dengan bekerja keras dan bekerja lebih baik dari yang telah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga :  Pengertian Larutan Penyangga (Dapar) Serta Sifat Dan Rumusnya

Setiap siswa dapat memberikan kontribusi maksimal kepada kelompoknya jika mereka bekerja lebih baik. Setiap siswa memberikan skor dasar (skor dasar) diperoleh dari rata-rata pencapaian yang telah dicapai pada kuis yang sama. Kemudian, siswa akan mendapatkan poin (skor) untuk timnya.

– Penghargaan Tim

Sebuah tim dapat menerima sertifikat atau hadiah jika skor rata-rata tim melebihi kriteria tertentu. Nilai kelompok (team) dapat diperoleh dari skor rata-rata anggota tim secara keseluruhan. Tim yang mendapat nilai tertinggi berhak mendapatkan sertifikat atau hadiah dari guru.

Langkah-Langkah Penerapan Model Pembelajaran STAD

Secara umum, STAD dapat diimplementasikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Bentuklah kelompok yang heterogen beranggotakan 4-5 orang (bercampur menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan materi pelajaran
  3. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk dikerjakan oleh setiap anggota kelompok. Anggota kelompok yang sudah memahami materi diharapkan dapat mengajarkan apa yang telah dipahaminya kepada anggota kelompok yang lain sehingga setiap anggota kelompok dapat memahami materi yang dimaksud.
  4. Guru memberikan kuis/pertanyaan kepada semua siswa. Saat mengerjakan kuis/soal, siswa harus bekerja sendiri.
  5. Evaluasi.

[Silahkan dibagikan kepada guru-guru di seluruh Indonesia]

Berita Terkait

10 Contoh Janji Siswa Paling Tegas dan Penjelasan Maknanya
Kemenag Keluarkan Kebijakan Tentang Pendidikan Kesetaraan Santri, Ternyata Seperti Ini!
Ternyata Anak Meniru Perilaku Negatif Orangtua Lho, Ini Cara Mereka Mencontoh Orang Tuanya
Perjalanan Merintis Karier Dari Bangku SMA
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Berita Buruk, Fresh Graduate Tidak Lagi jadi Prioritas Untuk CPNS 2024 ? Gimana Nasibnya
10 Manfaat Kunjungan Industri bagi Siswa
Yuk Simak Kurikulum Paradigma Baru pada Sekolah Menengah Pertama
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:48 WIB

10 Contoh Janji Siswa Paling Tegas dan Penjelasan Maknanya

Minggu, 23 Juni 2024 - 23:55 WIB

Kemenag Keluarkan Kebijakan Tentang Pendidikan Kesetaraan Santri, Ternyata Seperti Ini!

Senin, 10 Juni 2024 - 20:33 WIB

Ternyata Anak Meniru Perilaku Negatif Orangtua Lho, Ini Cara Mereka Mencontoh Orang Tuanya

Kamis, 18 April 2024 - 09:12 WIB

Perjalanan Merintis Karier Dari Bangku SMA

Minggu, 10 Maret 2024 - 22:54 WIB

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Berita Terbaru

Pendidikan

Contoh Doa Penutup MPLS 2024 Dalam Bahasa Indonesia

Jumat, 12 Jul 2024 - 21:32 WIB

Informasi Dapodik

Dapodik 2024-2025 Semester 1 Kapan Rilis? Berikut Prediksi Tanggal Rilisnya

Jumat, 12 Jul 2024 - 16:35 WIB

Kesiswaan

10 Contoh Janji Siswa Paling Tegas dan Penjelasan Maknanya

Jumat, 12 Jul 2024 - 13:48 WIB