PusatDapodik
Home Guru Kesiswaan Tips Penilaian Hasil Belajar Siswa Pada Kurikulum Merdeka

Tips Penilaian Hasil Belajar Siswa Pada Kurikulum Merdeka

Table of content:

[Hide] [Show]

    Kurikulum mandiri merupakan kurikulum yang akan diterapkan mulai semester 2022/2023. Kurikulum mandiri diperkenalkan sebagai nama alternatif dari kurikulum prototipe, yang pada dasarnya memiliki sifat dan tujuan yang sama.

    Kerangka kurikulum yang diterapkan di sekolah mengemudi telah menggunakan Kurikulum Mandiri. Dalam hal ini, Pemerintah berperan dalam mempersiapkan:

    1. Profil Mahasiswa Pancasila. Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi tersebut menjadi pedoman yang memandu seluruh kebijakan dan reformasi sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan penilaian.
    2. Struktur kurikulum. Deskripsi mata pelajaran beserta alokasi jam belajarnya.
    3. Hasil Belajar (CP). Kompetensi dan karakter dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
    4. Prinsip pembelajaran dan penilaian. Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan penilaian.

    Penilaian atau penilaian memainkan peran penting dalam memahami kekuatan dan kelemahan siswa dan dapat digunakan untuk merancang program pembelajaran yang objektif. Hal ini karena evaluasi memiliki dua fungsi, yaitu fungsi formatif dan fungsi umum.

    fungsi formatif, penilaian digunakan untuk memberikan umpan balik (linkage) kepada siswa dan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengalami proses peningkatan standar pembelajaran.

    Sedangkan fungsi Sumatif digunakan untuk mengetahui kelulusan siswa pada suatu mata pelajaran dan digunakan sebagai bahan pembuatan laporan serta menjadi dasar pengambilan keputusan.

    Penilaian Hasil Belajar Siswa memiliki pengertian sebagai proses perencanaan untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar yang menggunakan instrumen tes dan nontes.

    Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Menilai Hasil Belajar Siswa

    Nah, dalam melakukan penilaian atau penilaian, guru harus menghindari beberapa hal agar penilaiannya adil dan konsisten, berikut hal-hal yang harus dihindari:

    • Hanya fokus pada penilaian sumatif

    Terkadang mereka lebih memperhatikan hasil akhir penilaian hasil belajar siswa secara keseluruhan. Padahal, penilaian formatif sebenarnya merupakan mata rantai untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengevaluasi siswa terlebih dahulu.

    • Mengajar saat ujian,atau mengajar berdasarkan tes.

    Lupa untuk tidak mempertimbangkan apa yang dibutuhkan siswa

    • Instrumen penilaian belum sesuai dengan tujuan pembelajaran.

    Hal ini terjadi karena guru kurang memiliki kemampuan untuk membuat atau membuat alat penilaian untuk. Dengan terus meningkatkan kemampuan dan kemampuannya, diharapkan hal-hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi di kemudian hari.

    • Penilaian hanya sebagai alat untuk memperoleh data guna melengkapi kesaksian.

    Dengan pemahaman yang lebih mendalam, penilaian hasil belajar dimaksudkan untuk memberikan umpan balik (linkage) kepada siswa dan digunakan sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengalami proses peningkatan standar

    • Gunakan hanya satu teknik penilaian untuk tipe yang berbeda

    Guru perlu lebih kreatif dan mampu memilih metode penilaian hasil belajar yang sesuai dengan sifat dan tujuan penilaian yang dilakukan.

    Penting bagi guru untuk dapat memperhatikan penilaian mereka, yaitu memungkinkan mereka untuk melakukan penilaian secara adil dan konsisten dengan menggunakan kriteria tertentu, dan memungkinkan komunikasi, validasi dan klarifikasi antar guru.

    Tentunya masih banyak hal yang perlu diperhatikan dan dihindari agar mendapatkan penilaian yang valid atau sesuai dengan kenyataan yang ada. Selain untuk memperoleh data yang valid, penilaian juga berupaya untuk mencapai tujuan utama dari proses penilaian. Tujuan tersebut meliputi:

    1. Menggambarkan keterampilan belajar siswa,
    2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran,
    3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian,
    4. Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pemangku kepentingan,
    5. Sebagai dasar umpan balik untuk perbaikan proses belajar mengajar.

    Dengan tercapainya tujuan di atas, maka proses penilaian yang dilakukan akan berdampak besar terhadap pembelajaran. Tidak hanya data yang diperoleh, tetapi proses penilaian hasil belajar akan memenuhi prinsip-prinsip proses penilaian.

    Prinsip Penilaian Kurikulum Mandiri

    1. Penilaian adalah bagian integral dari pembelajaran

    Penilaian merupakan kegiatan terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, memberikan informasi sebagai umpan balik bagi guru, siswa dan orang tua. Penilaian merupakan rangkaian siklus yang berkesinambungan mulai dari Penilaian – Perencanaan Pembelajaran – Kegiatan Pembelajaran.

    Guru dalam merancang pembelajaran didasarkan pada hasil penilaian, kemudian penilaian dikembangkan dari awal RPP.

    Sebagai guru, kita sering melakukan penilaian pasca pembelajaran untuk mengintegrasikan kegiatan penilaian ini dan menghubungkannya dengan pembelajaran. Ini adalah kesalahan. Evaluasi harus dimasukkan ke dalam pembelajaran.

    Apa hubungan antara penilaian dan pembelajaran:

    • Kriteria penilaian hasil belajar siswa
    • Penilaian yang ditargetkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
    • Penilaian memiliki pengaruh terhadap apa dan bagaimana siswa belajar.

    2. Penilaian perlu dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan

    Ada berbagai jenis ulasan dan kegunaannya berbeda. Ada penilaian formatif, penilaian komprehensif, dan penilaian diagnostik. Penggunaan evaluasi dimaksudkan untuk:

    • Mendorong proses pembelajaran, menjadi bagian dari pembelajaran, mengembangkan kemampuan metakognitif dan refleksi (penilaian formatif).
    • Penilaian digunakan untuk menilai pembelajaran dan mengambil keputusan pada akhir suatu tahap (penilaian sumatif)
    • Menentukan kebutuhan belajar dan membentuk program pembelajaran individu untuk siswa (penilaian diagnostik)

    3. Penilaian dirancang dengan cara yang adil, valid, dan andal

    Penilaian memberikan informasi yang kaya kepada guru, siswa, dan orang tua tentang kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.

    Penilaian yang rasional artinya penilaian tersebut tidak menguntungkan atau merugikan siswa karena kebutuhan khusus, latar belakang pendidikan, agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, atau perbedaan gender. Validitas evaluasi tinggi, dan informasi yang dihasilkan dapat diandalkan. Penilaiannya harus reliabel, hasilnya bisa dibandingkan karena konsisten.

    Penilaian harus adil dan objektif, menggunakan kriteria dan prosedur yang logis, sistematis, dan jelas, dengan pengaruh subjektivitas yang rendah terhadap hasil belajar.

    4. Penilaian mencakup berbagai bentuk sesuai dengan tujuan pembelajaran

    Penilaian harus mencakup berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.

    Guru diberikan otonomi yang luas dalam merencanakan dan menggunakan jenis dan teknik penilaian dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

    • Karakteristik subjek
    • Karakteristik dan kemampuan siswa
    • Prestasi belajar
    • Tujuan Pembelajaran
    • Sumber daya dukungan yang tersedia

    5. Laporan kemajuan pembelajaran sederhana dan informatif

    Laporan kemajuan dan kinerja belajar siswa dibuat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang berguna bagi siswa dan orang tua, serta data yang berguna untuk memastikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Kiat Mudah dan Cepat untuk Mengelola Nilai Siswa Secara Otomatis

    Untuk memudahkan guru menilai hasil belajar siswa, Guru Champion menyediakan produk digital yang didalamnya terdapat kumpulan video tutorial cara mengelola nilai siswa secara otomatis.

    Untuk mendapatkan produk digital ini Anda bisa mengunjungi: https://gurujuara.com/excel/

    Dengan memiliki produk digital tersebut, guru dapat mengatasi permasalahan dalam penilaian seperti:

    • Pengolahan nilai masih manual, masih menggunakan kalkulator
    • Tambahkan nilai, buat pembagian, perkalian, persentase secara manual
    • Peringkat secara manual
    • Membuat predikat manual, terkadang B harus ditulis A
    • Cetak nilai apa pun atau cetak jika Anda suka terpotong
    • Memproses nilai membutuhkan waktu lama
    • Nilai tidak lagi diproses sesuai ketentuan kurikulum, main tembak-tembakan saja
    • Salah satu tugas kita sebagai guru adalah melakukan penilaian, bukan hanya sekedar menaikkan nilai.

    Semua permasalahan di atas akan teratasi dengan memiliki produk digital berjudul “Otomatis Mengolah Nilai Siswa Menggunakan Microsoft Excel”.

    Demikian informasi mengenai tips menilai hasil belajar siswa pada kurikulum mandiri.

    Bagi anda yang ingin mendapatkan e-book gratis dari Guru Champion, silahkan akses link berikut: E-book Gratis Guru Champion

    Berkolaborasi dan Berkontribusi Menyusun Perangkat Ajar

    Informasi Kegiatan Guru yang mendukung promosi, silahkan bergabung di channel Telegram Champion Guru

    Info terupdate seputar pendidikan Indonesia, silahkan gabung di channel Telegram Warta Guru

    Pengarang : Andika Putra

    Comment
    Share:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Ad