Pengertian Asteroid : Sejarah Penemuan, Terjadinya, Ciri, Jenis dan Contoh Asteroid

- Penulis

Kamis, 4 Januari 2024 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asteroid

Asteroid

Memahami Asteroid – Apa yang dimaksud dengan asteroid? Apa itu asteroid? Apa ciri-ciri asteroid? Di manakah letak asteroid? Bagaimana asteroid terjadi? Apa dampak jatuhnya asteroid ke bumi?

Baca Juga : Pengertian Meteor

Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian asteroid, sejarah penemuan, sabuk, ciri-ciri, jenis dan contoh asteroid secara lengkap.


Isi

bersembunyi

1
Memahami Asteroid

2
Sejarah Penemuan Asteroid

3
Sejarah Keberadaan Asteroid

4
Sabuk asteroid

5
Karakteristik Asteroid

6
Jenis Asteroid

6.1
Asteroid Kelas C (Karbon).

6.2
Asteroid Kelas S (Bersilika)

6.3
Asteroid Kelas M (Metalik).

7
Penamaan Asteroid

8
Contoh Asteroid

8.1
Ceres

8.2
Pallas

8.3
Korek api pendek

8.4
Asteroid Apollo

Memahami Asteroid

Asteroid adalah benda langit yang berukuran lebih kecil dari planet namun lebih besar dari meteoroid, umumnya terletak di bagian dalam tata surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Nama lain dari asteroid adalah planetoid atau planet kecil. Secara visual, asteroid berbeda dengan komet karena pendatangnya memiliki koma atau ekor, sedangkan asteroid tidak.

Jumlah asteroid di tata surya mencapai jutaan, para ilmuwan memperkirakan asteroid berasal dari sisa-sisa planet yang hancur. Sebagian besar asteroid yang telah teridentifikasi mengorbit pada sabuk asteroid antara planet Mars dan planet Jupiter.


Sejarah Penemuan Asteroid

Istilah “Asteroid” diperkenalkan oleh Sir William Herschel, istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “seperti bintang”.

Asteroid pertama ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan diberi nama Ceres. Pada awalnya asteroid dianggap sebagai planet, namun setelah itu banyak ditemukan temuan serupa sehingga tidak termasuk dalam kelompok planet.


Asteroid yang ditemukan di sabuk asteroid semakin banyak, hingga saat ini sebanyak 600.000 asteroid telah berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Tokoh-tokoh terkenal di bidang astronomi menyatakan bahwa asteroid memegang peranan penting dalam pembentukan bumi saat ini. Salah satu hipotesis yang terkenal adalah 2/3 spesies hewan punah pada zaman dinosaurus akibat hantaman asteroid yang berdiameter sekitar 20 km ke bumi.

Sejarah Keberadaan Asteroid

Asteroid merupakan sisa terbentuknya tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Asteroid terbentuk dari debu dan es yang membeku menjadi batuan akibat suhu yang sangat dingin. Awalnya, saat planet Jupiter terbentuk, aktivitas dan gravitasi planet Jupiter dan planet Mars menyebabkan terjadinya tumbukan komponen-komponen yang lebih kecil di antara keduanya. Tabrakan tersebut membentuk sebuah benda kecil yang disebut asteroid. Seiring berjalannya waktu, tata surya berkembang dan meluas. Perubahan tata surya ini menyebabkan beberapa asteroid meninggalkan sabuk asteroid (ruang antara Jupiter dan Mars).

Baca juga: Pengertian Aurora

Sabuk asteroid

Sabuk Asteroid

Sabuk asteroid merupakan bagian tata surya yang terletak di antara orbit planet Jupiter dan Mars. Sekitar tahun 1800-an, para ilmuwan dibuat takjub dengan jarak antara planet Mars dan Jupiter. Kemudian, para ilmuwan memperkirakan ada planet lain yang belum teridentifikasi di antara kedua planet tersebut. Namun kemajuan teknologi membuktikan bahwa kawasan ini dipenuhi benda-benda tak beraturan yang disebut asteroid. Sekitar 94% asteroid ditemukan di wilayah antara Mars dan Jupiter dengan perkiraan jumlahnya lebih dari 1 juta. Selain yang terletak di sabuk asteroid, terdapat juga asteroid lain yang mengorbit lainnya.


Karakteristik Asteroid

Ciri-ciri atau ciri-ciri asteroid antara lain :

  • Terbentuk dari debu dan es yang membeku menjadi batu.
  • Banyak ditemukan di sabuk asteroid.
  • Berputar mengelilingi matahari dalam orbit elips.
  • Bentuknya tidak beraturan.
  • Ia memiliki permukaan berbatu dan struktur seperti kawah.
  • Umumnya memiliki suhu sekitar -73°C.
  • Tidak menghasilkan cahaya.

Jenis Asteroid

Berdasarkan bahan penyusunnya, diklasifikasikan 3 jenis asteroid, antara lain:

Asteroid Kelas C (Karbon).

Asteroid kelas C memiliki bahan penyusun utama karbon. Ciri-ciri asteroid kelas C berwarna keabu-abuan gelap dan merupakan asteroid yang paling sering ditemukan.

Asteroid Kelas S (Bersilika)

Asteroid jenis ini memiliki bahan penyusun utama berupa silikat. Umumnya asteroid jenis ini berwarna kehijauan. Jumlah asteroid silika mencapai 17% dari jumlah yang diketahui.

Asteroid Kelas M (Metalik).

Asteroid kelas M merupakan jenis asteroid yang bahan penyusun utamanya adalah besi-nikel. Asteroid jenis metalik ini memiliki warna kemerahan.

Penamaan Asteroid

Sistem penamaan asteroid yang baru ditemukan didasarkan pada tahun penemuan dan kode alfanumerik urutan penemuannya, misalnya Asteroid 2004 AT4. Jika sudah diteliti lebih lanjut dan dipastikan ciri-cirinya, maka asteroid tersebut hanya bisa diberi nama, bisa berupa angka atau kata.

Baca Juga : Pengertian Komet

Contoh Asteroid

Berikut beberapa contoh asteroid paling terkenal yang pernah ditemukan, antara lain:

Ceres

Asteroid Ceres

Ceres merupakan asteroid pertama yang ditemukan dan juga merupakan asteroid terbesar yang pernah ditemukan dengan diameter sekitar 950 km. Ceres ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi, saat itu benda ini termasuk dalam kelompok planet. Pada tanggal 24 Agustus 2006, Ceres diklasifikasikan sebagai Planet Katai oleh Persatuan Astronomi Internasional. Ceres terbentuk dari es dan mineral terhidrasi seperti karbonat. Pesawat luar angkasa Dawn yang dioperasikan oleh NASA merupakan pesawat luar angkasa pertama yang menjelajahi Ceres. Ceres memiliki inti berbatu yang ditutupi mantel es dengan ketebalan mantel hingga 100 km.

Pallas

Asteroid Pallas

Pallas merupakan asteroid kedua yang ditemukan dan orang yang menemukannya adalah Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 28 Maret 1809. Asteroid Pallas memiliki diameter sekitar 530 km.

Korek api pendek

Asteroid Vesta

Vesta merupakan asteroid terbesar ketiga di sabuk asteroid setelah Ceres dan Pallas. Diameter asteroid Vesta sekitar 530 km dan massanya diperkirakan 9% dari massa seluruh sabuk asteroid. Asteroid Vesta ditemukan oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 29 Maret 1807. Kata “Vesta” berasal dari nama dewi perawan dalam mitologi Romawi.

Asteroid Apollo

Ini adalah sekelompok asteroid dekat Bumi yang dinamai Apollo 1862, asteroid Apollo pertama yang ditemukan. Asteroid ini merupakan asteroid yang melewati Bumi yang mempunyai sumbu semimayor orbital lebih besar dari Bumi, namun jarak perihelionnya lebih kecil dibandingkan jarak aphelion Bumi.

Baca juga: Pengertian Galaksi Bima Sakti

Demikianlah artikel yang membahas tentang Pengertian Asteroid, Sejarah Penemuan, Sabuk, Ciri-ciri, Jenis dan Contoh Asteroid Secara Lengkap. semoga bermanfaat


Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru