Pengertian Jaringan Tumbuhan : Struktur, Ciri, Fungsi dan Contoh Jaringan Pada Tumbuhan

- Penulis

Minggu, 5 November 2023 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Jaringan Tumbuhan

Gambar Jaringan Tumbuhan

Memahami Jaringan Tumbuhan – Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama serta menjalankan tugas tertentu. Berdasarkan jenis struktur sel dan fungsinya, jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi 2 yaitu jaringan meristematik (embrio) dan jaringan permanen (dewasa).

Baca juga: Memahami Jaringan Dewasa


Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas pengertian jaringan tumbuhan secara lengkap, struktur, ciri-ciri dan fungsi jaringan pada tumbuhan.

Isi

bersembunyi

1
Memahami Jaringan Tumbuhan

2
Struktur Jaringan Tumbuhan

2.1
Jaringan Meristem (Embrio).

2.1.1
Sifat Jaringan Meristem

2.1.2
Jenis Jaringan Meristem

2.1.2.1
Meristem Primer

2.1.2.2
Meristem Sekunder

2.1.2.3
Promeristem

2.2
Jaringan Dewasa

2.2.1
Jaringan Pelindung

2.2.1.1
Jaringan Epidermal

2.2.1.2
Jaringan Gabus

2.2.2
Jaringan Dasar (Parenkim)

2.2.3
Jaringan Penguatan (Mekanis)

2.2.3.1
Jaringan Kolenkim

2.2.3.2
Jaringan Sklerenkim

2.2.4
Jaringan Operator

2.2.4.1
Xilem

2.2.4.2
Floem

Memahami Jaringan Tumbuhan

Jaringan tumbuhan merupakan sel yang mempunyai tujuan yang sama yaitu membentuk energi pada tumbuhan.


Struktur Jaringan Tumbuhan

Jaringan penyusun tumbuhan ada dua, yaitu jaringan meristem (embrio) dan jaringan dewasa. Berikut struktur dan ciri-ciri jaringan meristem dan jaringan dewasa secara lengkap.

Jaringan Meristem (Embrio).

Jaringan meristem merupakan jaringan yang masih aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan meristem berukuran kecil, berdinding sel tipis, mempunyai inti sel yang besar, sitoplasmanya banyak, tidak mempunyai ruang antar sel, tidak mempunyai vakuola atau mempunyai vakuola yang sangat kecil, dan mempunyai totipotensi yang tinggi. Sel meristem berbentuk bulat, lonjong, kuboid, atau prismatik.


Sifat Jaringan Meristem

Ciri-ciri jaringan meristem antara lain:

  • Bentuk selnya bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel tipis.
  • Setiap sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebih inti sel.
  • Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
  • Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak ada.
  • Biasanya tidak ada ruang antar sel antar sel meristem

Jenis Jaringan Meristem

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.

Meristem Primer

Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari perkembangan sel embrio. Jaringan meristem primer terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Aktivitas jaringan meristem primer menyebabkan batang dan akar tumbuh lebih panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer. Menurut Haberland, meristem primer berasal dari promeristem yang berkembang menjadi protoderm (epidermis masa depan), prokambium (bundel transpor masa depan), dan meristem dasar (parenkim masa depan).

Baca juga: Memahami Fotosintesis


Meristem Sekunder

Meristem sekunder merupakan jenis meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang sudah berhenti tumbuh, namun sudah menjadi embrio kembali. Meristem sekunder meliputi kambium dan kambium gabus. Kambium terdapat pada akar dan batang tanaman Dicotyledoneae dan Gymnospermae. Kambium gabus terdapat pada kulit batang dan membentuk jaringan gabus yang sulit atau tidak dapat dilewati air. Pertumbuhan sekunder menyebabkan tanaman bertambah besar.

Promeristem

Promeristem merupakan jaringan meristem yang ada pada saat tanaman masih dalam tahap embrio. Misalnya pada lembaga perbenihan tanaman.

Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral.

  • Meristem apikal atau meristem ujung, terdapat pada ujung batang atau ujung akar. Meristem apikal menghasilkan pemanjangan akar dan batang tanaman sehingga tanaman tumbuh tinggi.
  • Meristem interkalar atau meristem perantara terdapat di antara jaringan dewasa dan terdapat pada pangkal ruas batang.
  • Meristem lateral atau meristem samping terdapat sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya, misalnya kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium bagian luar membentuk floem dan bagian dalam membentuk xilem. Kambium gabus bagian luar membentuk falem dan bagian dalam membentuk phaloderm.

Jaringan Dewasa

Yang dimaksud dengan jaringan dewasa adalah jaringan tumbuhan yang tersusun atas sel-sel yang telah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan lain yang lebih kompleks. Ciri-ciri atau ciri-ciri jaringan dewasa antara lain:

Baca juga: Memahami Daun

  • Tidak ada aktivitas pembelahan sel
  • Ukuran selnya relatif lebih besar dibandingkan sel meristematik
  • Terkadang sel-sel telah mati
  • Ada ruang antar sel
  • Dinding sel menebal sesuai fungsinya
  • Sitoplasma kecil dan vakuola besar.
  • Struktur dan Fungsi Jaringan Dewasa
  • Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dibedakan menjadi jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.

Jaringan Pelindung

Jaringan pelindung pada tumbuhan terdiri dari jaringan epidermis dan jaringan gabus. Fungsi jaringan pelindung adalah untuk melindungi tanaman dari pengaruh luar yang merugikan.

Jaringan Epidermal

Jaringan epidermis merupakan jaringan terluar dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Umumnya jaringan epidermis terdiri atas satu lapisan sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian atau jaringan pada tubuh tumbuhan dari pengaruh buruk lingkungan atau patogen, menyerap air dan mineral (terutama pada daerah akar dan daun), mengeluarkan lapisan lilin atau kutikula yang dapat mencegah penguapan (pada batang dan daun). .

Ciri-ciri atau ciri-ciri jaringan epidermis, antara lain:

A. Terdiri dari satu lapisan sel yang tersusun atas sel-sel hidup dan tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antar sel.
B. Bentuk, ukuran dan susunannya bermacam-macam (umumnya berbentuk persegi panjang)
C. Tidak ada klorofil. Kecuali bagian epidermis tumbuhan paku.
D. Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang membatasi udara menebal, namun dinding sel epidermis bagian dalam yang membatasi jaringan lain tetap tipis.
e. Dapat mengalami modifikasi membentuk turunan jaringan epidermis, antara lain:

Baca juga: Pengertian Stomata Daun

  • Stomata (mulut daun). Fungsi stomata adalah menyediakan akses oksigen dan karbon dioksida.
  • Trichomata (rambut). Fungsi Trichomata adalah melindungi hampir seluruh permukaan tumbuhan.
  • Tulang belakang (duri). Hal ini terdapat pada beberapa jenis tanaman seperti bunga mawar dan bunga kertas.
  • Velamen atau epidermis ganda. Ini ditemukan pada akar yang menggantung.
  • Sel kipas. Sel kipas ini terdapat pada beberapa jenis tumbuhan dan terletak di permukaan atas daun. Fungsi sel kipas adalah untuk mengurangi penguapan.
  • Sel kersik, yaitu sel yang menyebabkan permukaan batang tumbuhan menjadi keras. Contoh sel kresek terdapat pada tanaman tebu.
Jaringan Gabus

Setelah batang membesar, kulit ari terdorong lalu patah dan rusak. Kemudian, lapisan epidermis tidak aktif lagi dan fungsinya digantikan oleh jaringan gabus. Jaringan gabus terbagi menjadi tiga jenis, yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis. Pada peridermis terdapat phallem, felogen, dan feloderm.

Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena letaknya hampir di seluruh bagian tumbuhan. Ciri-ciri jaringan dasar atau jaringan parenkim antara lain:

  • Sel-sel penyusunnya bersifat longgar sehingga mempunyai banyak ruang antar sel.
  • Ruang antar sel ini digunakan untuk pertukaran gas.
  • Dinding selnya tipis dan mempunyai vakuola besar untuk menyimpan cadangan makanan.
  • Sel-selnya berbentuk polihedral atau polihedral.

Jenis Jaringan Parenkim

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

  • Parenkim berasimilasi, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menghasilkan zat makanan melalui proses fotosintesis karena mengandung klorofil. Contoh perenkim asimilasi adalah parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim spons (spons) pada daun.
  • Parenkim pengangkut, yaitu parenkim yang terdapat di sekitar jaringan pengangkut. Sel perenkim pengangkut memanjang ke arah pengangkutan.
  • Parenkim penimbun yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan makanan cadangan berupa gula, tepung, lemak dan protein. Parenkim yang terakumulasi terdapat pada empulur batang dan akar, umbi, umbi, biji dan akar rimpang.
  • Parenkim air, yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan air. Umumnya parenkim air ini terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
    Parenkim udara (aerenkim), yaitu jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan udara. Parenkim udara dapat ditemukan pada tanaman anggrek, batang teratai, batang talas, dan batang genjer.

Baca juga: Memahami Kloroplas

Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:

  • Parenkim palisade, yaitu parenkim penyusun mesofil daun yang berbentuk silindris atau memanjang, tegak, dan mengandung kloroplas.
  • Parenkim spons, yaitu parenkim penyusun mesofil daun yang sel-sel penyusunnya mempunyai bentuk dan ukuran tidak beraturan dengan ruang antar sel yang relatif lebih besar.
  • Parenkim terlipat, yaitu parenkim yang dinding selnya terlipat ke dalam dan banyak mengandung kloroplas. Parenkim terlipat terdapat pada mesofil daun pinus dan padi.
  • Parenkim bintang yaitu perenkim yang berbentuk bintang dan ujungnya bersambung, perenkim ini terdapat pada tangkai daun Canna sp.

Jaringan Penguatan (Mekanis)

Penguatan jaringan atau jaringan mekanik pada tumbuhan berfungsi untuk memperkuat tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan tulangan dibedakan menjadi:

Jaringan Kolenkim

Ciri atau ciri jaringan kolenkim antara lain:

  • Terdiri dari sel-sel hidup. Umumnya terdapat pada epidermis bawah batang, tangkai daun, tangkai bunga, urat daun dan buah. Jaringan kolenkim jarang terdapat pada akar.
  • Dinding sel tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa sebagai penguat organ tanaman muda atau bagian tubuh tanaman yang lunak.
  • Merupakan jaringan penguat utama bagi organ tumbuhan yang masih aktif mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Berdasarkan letak dan bentuk penebalannya, terdapat beberapa jenis jaringan kolenkim, antara lain:

  • Kolenkim sudut, yaitu penebalan dinding pada sudut sel dan memanjang sepanjang sumbu sel. Contoh kolenkim sudut terdapat pada daun Vitis, Begonia, dan Solanum tuberosum.
  • Kolenkim pipih (board collenchyma), yaitu penebalan dinding pada dinding tangensial (sejajar dengan permukaan) sehingga bentuknya seperti papan yang berjajar, contoh kolenkim pipih terdapat pada bagian korteks batang Sambucus.
  • Kolenkim berbentuk tabung (lacunar), yaitu penebalan dinding yang menghadap ruang antar sel, contoh kolenkim berbentuk tabung terdapat pada tangkai daun Salvia.

Baca juga: Fungsi Batang

Jaringan Sklerenkim

Ciri-ciri atau ciri-ciri jaringan sklerenkim, antara lain:

  • Terdiri dari sel-sel mati dengan dinding sel tebal.
  • Hanya terdapat pada organ tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan lagi.
  • Memiliki dinding sekunder yang tebal dan terdiri dari lignin.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut sklerenkim dan sklereid. Serabut sklerenkim merupakan bagian yang berupa benang-benang panjang pada berkas pengangkut. Biasanya, serat sklerenkim merupakan selubung yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem.

Sedangkan sklereid (sel batu) terdapat pada seluruh bagian tumbuhan, terutama pada kulit kayu, pembuluh ayakan, buah dan biji. Sklereid yang ditemukan menyendiri di antara sel-sel lain disebut idioblas. Sel sklereid juga dapat berkumpul menjadi kelompok sel keras di antara sel parenkim di sekitarnya.

Jaringan Operator

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan transportasi dibedakan menjadi:

Xilem

Fungsi xilem atau pembuluh kayu adalah mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Umumnya sel-sel penyusun xilem sudah mati dengan dinding sekunder yang sangat tebal tersusun dari lignin sebagai penguat jaringan. Xilem terdiri dari unsur trakea (trakea dan trakeid), serabut xilem, dan parenkim xilem.

Floem

Fungsi floem atau pembuluh ayakan adalah mengangkut dan menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri dari berbagai bentuk sel hidup dan mati antara lain unsur kibral (sel ayakan dan komponen ayakan), sel pengantar, sel albumin, parenkim floem, dan serabut floem.

Baca juga: Fungsi Akar

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian jaringan tumbuhan, struktur, ciri-ciri dan fungsi jaringan pada tumbuhan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.


Berita Terkait

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya
Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka
Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..
Contoh Soal IPA Kelas 8 SMP MTs Kurikulum Merdeka Bab 2 Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup
Materi Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka Lengkap
20 Soal Matematika Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:23 WIB

Bagaimana Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif? Begini Penjelasannya

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:04 WIB

Bagaimana Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Tahap Perkembangan Siswa SD Menurut Piaget?

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:15 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Senin, 24 Juni 2024 - 16:11 WIB

Dalam Rantai Makanan Tumbuhan Hijau Berfungsi Sebagai…..

Berita Terbaru