PusatDapodik
Home Guru Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Fungsi Pentingnya

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Fungsi Pentingnya

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Fungsi Pentingnya

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan dan mewujudkan peradaban bangsa yang bermartabat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sistem pendidikan yang tepat.

Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui terlebih dahulu pengertian pendidikan menurut para ahli, fungsi dan tujuannya, serta mata pelajaran yang berperan dalam menunjang pendidikan anak yang berkualitas.

Semua penjelasan tersebut dibahas tuntas dalam artikel ini, jadi bacalah sampai akhir ya!

Definisi Pendidikan dari Para Ahli

Perkembangan pendidikan selalu berkembang yang diungkapkan oleh para ahli, pahamilah teori pendidikan menurut para ahli di bawah ini

Aristoteles

Pendidikan merupakan salah satu fungsi negara, dan dilaksanakan, terutama sekurang-kurangnya untuk kepentingan negara itu sendiri. Negara adalah institusi sosial tertinggi yang mengamankan tujuan tertinggi atau kebahagiaan manusia.

Pendidikan adalah persiapan/bekal untuk beberapa kegiatan/pekerjaan yang layak. Pendidikan harus berpedoman pada hukum agar sesuai (korespondensi) dengan hasil analisis kejiwaan, dan mengikuti perkembangan bertahap, baik secara fisik (luar) maupun mental (batin/jiwa).

Berdasarkan teori pendidikan yang dikemukakan oleh Aristoteles, dapat diartikan bahwa pendidikan merupakan langkah awal untuk menyiapkan peserta didik yang berkualitas melalui proses pembelajaran serta perkembangan fisik dan mental yang matang.

Plato

Dalam teori Plato pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan rohani dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya kesempurnaan.

Menurut Plato pendidikan direncanakan dan diprogramkan ke dalam tiga tahap dengan tingkatan usia, tahap pertama adalah pendidikan yang diberikan kepada siswa sampai dengan dua puluh tahun; dan tahap kedua, dari usia dua puluh hingga tiga puluh tahun; sedangkan tahap ketiga, dari usia tiga puluh tahun sampai empat puluh tahun.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan adalah salah satu upaya utama untuk menanamkan nilai-nilai batin yang ada dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya kepada setiap generasi baru (penyerahan budaya), tidak hanya dalam bentuk “pemeliharaan” tetapi juga dengan maksud “memajukan” dan “mengembangkan” kebudayaan, menuju arah kehidupan manusia secara menyeluruh.

Lalu, bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan di Indonesia?

Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, pendidikan dipusatkan pada fitrah individu yang bebas dan mandiri, sedangkan belajar adalah tuntunan untuk mengarahkan anak menentukan tujuan hidupnya di masa depan.

Selain itu, konsep pendidikan yang dianut oleh Ki Hajar Dewantara adalah menjunjung tinggi pendidikan karakter yang akan membantu mengembangkan sikap dan perilaku peserta didik yang lebih baik.

Mencermati konsep KHD di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan pendidikan yang selama ini dilaksanakan selaras dengan sistem pendidikan di Indonesia saat ini yaitu menghargai kebebasan dan kemandirian peserta didik.

Oleh karena itu, dalam Kurikulum Bebas Belajar, sistem pendidikan saat ini lebih mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa yang tersirat dalam semboyan Ing Ngarso Sung tulodo Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani yaitu dengan fokus pada pendidikan yang berorientasi pada siswa.

Meski kurikulum baru ini masih menyesuaikan, perencanaannya sudah mengikuti konsep pendidikan dan pandangan KHD.

H. Horne

Pendidikan adalah proses penyesuaian yang lebih tinggi secara terus-menerus bagi manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar akan Tuhan, yang terwujud dalam intelektual, emosional, dan sifat kemanusiaan manusia.

Ahmad D. Marimba

Pendidikan adalah bimbingan atau kepemimpinan yang disadari oleh para pendidik, terjadi perkembangan jasmani dan rohani yang terpelajar ke arah pembentukan kepribadian yang utama.

Pengertian Pendidikan Menurut UU No. 20 tahun 2003

Pengertian pendidikan berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Menurut Para Ahli

Untuk mendukung pendidikan Indonesia agar lebih baik, diperlukan sistem yang tepat untuk mengembangkan potensi peserta didik.

Dalam UU no. 20 Tahun 2003 Pasal 3, menjelaskan tujuan pendidikan yaitu mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, cakap, mandiri dan menjadi manusia. warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sedangkan menurut Sudarwan Danim, pendidikan memiliki beberapa tujuan, seperti:

  1. Mengembangkan potensi psikis, emosional, dan motorik siswa.
  2. Mewariskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi.
  3. Mengembangkan kemampuan adaptasi siswa untuk menghadapi masa depan yang terus berubah dan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Meningkatkan dan mengembangkan moral siswa untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan bukan hanya sebagai tempat belajar mengajar tetapi juga untuk membentuk karakter dan menyiapkan peserta didik berkualitas yang mampu bersaing dan menghadapi tantangan di masa depan.

Selain tujuan tersebut, pendidikan juga memiliki fungsi sebagai pembentuk karakter dan pengembangan kemampuan, serta menanamkan keterampilan pada peserta didik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengenal Tugas Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Dalam dunia pendidikan, lembaga sekolah hanya berfungsi sebagai penyedia sarana belajar dan pembentukan karakter peserta didik. Padahal untuk mengembangkan intelektual, sikap, dan karakter siswa merupakan peran besar bagi guru dan orang tua.

Tugas utama seorang guru adalah melaksanakan proses belajar mengajar, mendidik, membimbing, dan memberikan dorongan agar siswa semakin termotivasi untuk belajar dan mengejar cita-citanya.

Sedangkan peran orang tua dalam pendidikan anak adalah sebagai guru di rumah yang akan membentuk karakter anak sebelum memasuki lingkungan sekolah formal.

Tidak hanya berperan sebagai guru, orang tua berperan sebagai fasilitator, motivator dan pengaruh besar bagi perkembangan anak. Menurut Diana Sari (2017), ada empat peran orang tua dalam pendidikan, yaitu:

1. Pendidik

Orang tua bertanggung jawab terhadap siswa dengan bekerja keras mengembangkan seluruh potensi siswa, baik potensi emosi, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik.

2. Motivator

Orang tua sebagai motivator berperan dalam memberikan dorongan positif kepada anak agar termotivasi untuk mencoba hal baru dan meningkatkan minat belajar dan eksplorasi.

3. Fasilitator

Peran orang tua sebagai fasilitator dapat ditempuh dengan memenuhi kebutuhan penunjang anak melalui fasilitas belajar seperti meja, kursi, buku, alat tulis, dan media pembelajaran yang efektif.

4. Penasihat

Sebagai orang tua tidak hanya berkewajiban memberikan kemudahan dan biaya sekolah, tetapi juga diperlukan bimbingan dari orang tua agar anak mengetahui tindakan mana yang benar dan salah ketika mulai bergaul di masyarakat.

Itulah informasi tentang pendidikan menurut para ahli dan peran guru serta orang tua dalam proses pendidikan anak.

www.quipper.com

Comment
Share:

Ad