PusatDapodik
Home oot Pengertian Ideologi Kapitalisme : Sejarah, Tokoh, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Kapitalisme

Pengertian Ideologi Kapitalisme : Sejarah, Tokoh, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Kapitalisme

Ideologi Kapitalisme

Memahami Ideologi Kapitalisme – Apa yang dimaksud dengan ideologi kapitalisme? Apa ciri-ciri kapitalisme? Siapa pencetus kapitalisme? Apa kelebihan dan kekurangan ideologi kapitalis? Agar lebih memahaminya, kita akan membahas pengertian ideologi kapitalisme secara lengkap, sejarah, tokoh, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan ideologi kapitalisme.

Baca juga: Memahami Ideologi


Isi

bersembunyi

2
Sejarah Kapitalisme
2.1
Kapitalisme Awal (1500-1750)
2.2
Kapitalisme Klasik (1750-1914)
3
Ciri-ciri Ideologi Kapitalisme
4
Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Kapitalis
4.1
Keuntungan Kapitalisme

Memahami Ideologi Kapitalisme

Secara etimologis kapitalisme berasal dari kata latin caput yang berarti kepala. Pada abad ke-12 dan ke-13 kata tersebut diartikan sebagai dana, sejumlah uang, persediaan barang, atau bunga pinjaman. Pada abad ke-18 istilah ini diartikan sebagai modal produktif.

Pengertian kapitalisme adalah suatu paham atau ideologi yang menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum atau masyarakat luas.


Latar Belakang Historis Kedatangan Bangsa Eropa Pertama ke Nusantara: Dari Malaka hingga Maluku

Dalam ideologi kapitalisme, hak pribadi ditempatkan di atas segalanya, bahkan dalam sistem perekonomian pun pemerintah tidak dapat melakukan intervensi terhadap apa yang dilakukan seseorang dalam upaya memperoleh kekayaan sebesar-besarnya. Namun ideologi ini sebenarnya tidak memiliki definisi yang diterima secara universal.

Tokoh kapitalisme antara lain John Locke, Adam Smith, David Ricardo, Martin Luther King, Robert Malthus, Lord Keynes, Karl Marx dan David Hume. Negara-negara yang menganut ideologi kapitalisme antara lain Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Perancis, dan Australia.


Panduan Lengkap Belajar Python untuk Pemula Tanpa Background Pemrograman

Sejarah Kapitalisme

Pada abad ke-18, dataran Eropa dikuasai oleh tiga kelompok besar yaitu raja, tuan tanah feodal, dan gereja. Gereja memegang peranan besar dalam segala aspek kehidupan, gereja tidak mempunyai hak untuk menentukan jalannya kegiatan ekonomi atau politik, bahkan lebih dari itu. Gereja juga berjanji akan membatasi kebebasan setiap individu dalam segala aspek kehidupan, seperti mengutarakan pendapat. Secara umum, gereja sangat berkuasa di sini.

Dalam situasi ini, rakyat merasa tersiksa sehingga menimbulkan reaksi perlawanan dari raja-raja tirani dan tuan tanah feodal. Mereka menuntut Kebebasan, Persaudaraan dan Kesetaraan. Keadaan ini melahirkan beberapa ideologi besar seperti liberalisme dalam politik dan nilai-nilai kebebasan dalam bidang ilmu pengetahuan.

Revolusi industri yang terjadi di Inggris saat itu juga membawa semangat baru terkait dengan semangat kapitalisme. Bahwa ideologi kapitalisme muncul ke ranah ekonomi. Ketika revolusi industri terjadi di Inggris, terjadi perubahan kegiatan perekonomian yang semula berpola masyarakat agraris hingga berubah menjadi masyarakat industri. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan pada alat-alat industri yang digunakan.

Pencetus kapitalisme adalah Adam Smith (1729-1790 M) yang merupakan tokoh klasik bernama lengkap Prof. Dokter John Adam Smith. Adam Smith lahir di Kirkaldy, Skotlandia pada tanggal 5 Juni 1723 Masehi. Adam Smith terkenal dengan karya-karyanya yaitu An Inquiry Into The Nature And Causes Of The Welth Of Nations dan The Theory Of Moral Sentiments. Pemikiran Adam Smith mengenai “Invisible Hand” dan Pasar Bebas yang merupakan produk dan pemikirannya erat kaitannya dengan kebebasan alamiah setiap individu untuk berproduksi.


Secara garis besar terdapat tiga tahapan dalam sejarah kapitalisme, yaitu:

Baca juga: Memahami Kapitalisme

Kapitalisme Awal (1500-1750)

Masa awal kapitalisme yang dikenal juga dengan masa Merkantilisme berasal dari kata Merchand yang berarti pedagang. Pada masa ini masyarakat Eropa khususnya Inggris mulai merubah sistem kehidupannya dari yang lebih fokus pada pertanian menjadi beralih ke industri.

Kapitalisme Klasik (1750-1914)

Pada abad ke-18, merkantilisme mulai tergantikan oleh ideologi yang diperkenalkan oleh Adam Smith (bapak kapitalisme). Pada masa kapitalisme klasik ini, sektor swasta mulai memegang kekuasaan penuh di sektor perekonomian.

Pada saat ini terjadi kesenjangan ekonomi yang sangat besar dimana pihak swasta pemilik modal memiliki kebebasan dalam berdagang, sedangkan pekerja atau petani hanya menerima upah yang kecil.

Kapitalisme Maju (1914-Sekarang)

Pada abad ke-20, kapitalisme terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan umat manusia dan lingkungannya. Di era kapitalisme maju ini, sebenarnya pelaku kegiatan ekonomi bukanlah lembaga negara, melainkan pengusaha yang bermodal besar. Namun peran negara belum sepenuhnya hilang, negara justru menjadi aktor pelengkap dalam pemerataan perekonomian negara.

Ciri-ciri Ideologi Kapitalisme

Ciri-ciri atau ciri-ciri ideologi kapitalisme adalah:

  • Pengakuan luas atas hak-hak pribadi
  • Kepemilikan alat-alat produksi di tangan perorangan
  • Pasar berfungsi memberikan sinyal kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga.
  • Intervensi pemerintah diminimalkan.
  • Individu bebas memilih pekerjaan atau usaha yang dianggap baik bagi dirinya.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  • Manusia dipandang sebagai makhluk homo economicus, yang selalu mengejar kepentingannya sendiri (keuntungan).

Ciri-ciri negara yang menganut ideologi kapitalisme antara lain:

  • Kebebasan warga negara dijunjung tinggi. Warga negara bebas berbuat apa saja selama tidak melanggar aturan hukum.
  • Negara hanya berperan sebagai pengawas ketertiban hukum.
  • Kapitalis monopoli mengesampingkan nilai-nilai agama sehingga menimbulkan sekularisme atau ideologi yang memisahkan agama dan negara.

Baca juga: Memahami Ideologi Komunisme

Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Kapitalis

Keuntungan Kapitalisme

Kelebihan ideologi kapitalisme antara lain:

  • Kreativitas dan motivasi masyarakat tinggi karena setiap orang bebas melakukan apa yang terbaik bagi dirinya.
  • Merangsang orang untuk bekerja keras.
  • Kreativitas masyarakat menjadi lebih berkembang dengan adanya kebebasan untuk melakukan segala yang terbaik. Individu mempunyai banyak pilihan dalam memperoleh keuntungan.
  • Produk dan jasa yang ditawarkan semakin berkembang baik dari segi kualitas maupun jenisnya, hal ini disebabkan adanya persaingan dari para pedagang.
  • Ideologi kapitalisme lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya dan mendistribusikan barang.
  • Kapitalisme membentuk perekonomian di mana konsumen mengatur pasar.
  • Untuk pengawasan politik dan sosial minim karena waktu dan biaya yang dibutuhkan lebih kecil.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terdesentralisasi, faktor ini dianggap sebagai salah satu keuntungan terbesar kapitalisme.
  • Dalam perekonomian yang terdesentralisasi, individu memiliki lebih banyak pilihan dalam bisnis.
  • Kerja keras sangat dihargai dalam perekonomian kapitalis, karena pengusaha memiliki kinerja yang baik dan mampu terus berinovasi untuk memenangkan pesaingnya.

Kerugian Kapitalisme

Kekurangan ideologi kapitalisme antara lain:

  • Meski setiap orang mempunyai kesempatan yang sama, namun hasil perekonomian kapitalis sangat dipengaruhi oleh modal yang dimiliki.
    Jadi orang yang mempunyai modal awal lebih besar mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
  • Dapat menimbulkan persaingan tidak sehat.
  • Dapat menciptakan perekonomian yang berorientasi hanya pada sudut pandang materialistis (uang).
  • Mendorong distribusi kekayaan yang tidak adil.
  • Tidak ada pesaing yang sempurna, yang ada adalah persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  • Sistem harga gagal mengalokasikan sumber daya secara efisien karena adanya eksternalitas yang “tidak memperhitungkan faktor-faktor yang menekan upah pekerja dan lain-lain”.
  • Beberapa orang menganggap persaingan ketat yang dibawa oleh kapitalisme sebagai kelemahan utama mereka.
  • Kapitalisme menciptakan perekonomian yang berorientasi pada uang, perusahaan bisnis akan memandang perekonomian dari sudut pandang materialistis.
  • Keuntungan dipandang sebagai tujuan bisnis ketika raksasa bisnis mengambil alih perusahaan kecil.
  • Kapitalisme memicu kelangkaan sumber daya alam karena tidak adanya kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
  • Kapitalisme diyakini menyebabkan distribusi kekayaan yang tidak adil karena kekayaan dan kekuasaan hanya dikuasai oleh segelintir orang.

Baca juga: Memahami Ideologi Pancasila

Artikel ini membahas tentang pengertian ideologi kapitalisme secara lengkap, sejarah, tokoh, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan ideologi kapitalisme. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.

Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru

GABUNG
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad