PusatDapodik
Home oot Rangkuman Informatika Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Merdeka

Rangkuman Informatika Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Merdeka

pusat dapodik – Rangkuman/Ringkasan Materi Informatika Kelas 7 BAB 1 “Informatics and Generic Skills” Kurikulum Mandiri – Materi ini merupakan materi dasar yang harus dipahami sebelum lanjut ke materi selanjutnya yang banyak menggunakan kegiatan kelompok dan mengkomunikasikan hasil karya dalam bentuk presentasi dan visualisasi dalam bentuk slide, poster, infografis, artefak komputasi , dll.

Materi tentang keterampilan generik juga bermanfaat bagi siswa ketika mempelajari mata pelajaran lain yang melaksanakan kegiatan kerja kelompok dan presentasi.

Rangkuman Materi Informatika Kelas 7 BAB 1 Kurikulum Mandiri

1. Apa dan Mengapa Perlu Belajar Informatika?

Informatika adalah bidang ilmu tentang studi, desain, dan pembuatan sistem komputasi, serta prinsip-prinsip yang menjadi dasar desain ini. Komputasi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemodelan matematika dan penggunaan komputer untuk memecahkan masalah sains. Istilah informatika setara dengan istilah bahasa Inggris informatika, komputasi, atau ilmu komputer.

Informatika mencakup pemodelan komputasi dan penerapannya dalam pengembangan sistem komputer. Apa itu komputasi? komputasi adalah: (1) perhitungan dengan menggunakan komputer; (2) dalam matematika, perhitungan dengan menggunakan angka atau variabel yang dilakukan berdasarkan urutan langkah-langkah yang diberikan.

2. Apa yang akan Dipelajari di Mata Kuliah Informatika?

Mahasiswa akan mempelajari bidang ilmu informatika yang dikelompokkan menjadi:

1. Computational Thinking: pada materi ini siswa akan belajar memecahkan masalah sehari-hari yang di baliknya terkandung berbagai macam konsep ilmiah seperti informatika, matematika, IPA, atau ilmu sosial.

2. Teknologi Informasi dan Komunikasi: pada bagian ini, mahasiswa akan mempelajari cara membuat karya digital, berkomunikasi melalui email, menggunakan browser untuk mencari informasi, dan mengelola file dalam folder.

3. Sistem Komputer : pada materi ini mahasiswa akan mempelajari tentang definisi komputer, komputasi dan sistem komputasi, bagian utama komputer dan fungsinya, interaksi hardware dan software dengan perangkat lain yang terhubung.

4. Analisis Data: pada bagian ini, siswa akan belajar tentang mengelola dan menyajikan volume kecil data untuk tujuan tertentu.

5. Algoritma dan Pemrograman: pada materi ini mahasiswa akan belajar membuat program dengan menggunakan blok visual untuk menghasilkan karya kreatif.

6. Dampak Sosial Informatika: pada materi ini, mahasiswa akan belajar tentang sejarah perkembangan, peran, serta dampak positif dan negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

7. Praktikum Lintas Lapangan: selain mempelajari materi di atas, Anda juga akan belajar bekerja sama dengan teman Anda untuk membuat karya dan mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan ilmu yang Anda dapatkan di atas.

3. Profil Mahasiswa Informatika dan Pancasila

Untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan di era digital, siswa juga perlu membangun kebiasaan baik yang mengembangkan karakter yang baik pula. Untuk siswa Indonesia, karakter yang baik ini dirumuskan sebagai Profil Siswa Pancasila, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
  • Keragaman global
  • Mandiri
  • Bekerja sama
  • Penalaran kritis
  • Kreatif

4. Pengantar Keterampilan Generik

Dalam konsep kurikulum informatika diketahui ada 7 aspek praktik lintas disiplin ilmu, dimana 2 aspek diantaranya bersifat umum dan akan dipraktikkan dimana-mana. Tentu tidak semuanya harus dipraktikkan sekaligus dalam satu kegiatan.

Ketujuh aspek praktik informatika tersebut adalah sebagai berikut.

  • Menumbuhkan budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.
  • Berkolaborasi untuk melaksanakan tugas yang bertema Computing.
  • Mengenali dan mendefinisikan masalah yang solusinya dapat didukung oleh sistem komputasi.
  • Mengembangkan dan menggunakan abstraksi.
  • Mengembangkan artefak komputasi, misalnya membuat program sederhana untuk mendukung model komputasi yang dibutuhkan dalam mata pelajaran lain.
  • Mengembangkan rencana pengujian, pengujian, dan mendokumentasikan hasil pengujian artefak komputasi.
  • Mengkomunikasikan proses, fenomena, solusi TIK dengan menghadirkan, memvisualisasikan, dan memperhatikan hak kekayaan intelektual.

Bekerja dalam kelompok akan mencakup hampir semua aspek tersebut dan hasil kerja kelompok akan dipresentasikan, baik secara lisan, sebagai bahan presentasi, poster, atau karya lainnya. Di era digital, komunikasi grafis-visual membuat informasi lebih mudah untuk disampaikan. Oleh karena itu, siswa perlu berlatih berkomunikasi secara lisan, tertulis, dan menyusun materi presentasi dalam bentuk grafis.

Infografis berisi informasi teks dan gambar atau grafik lainnya yang akan memudahkan pembaca untuk menangkap pesan yang dimaksud. Ilustrasi visual lebih mudah dipahami dan ditafsirkan daripada yang tekstual.

Sering kali, infografis dalam satu lembar akan lebih bermakna dan menunjukkan hal-hal penting (disebut “abstraksi”) dari apa yang Anda lakukan. Bisa dikatakan sebuah gambar mengandung seribu makna (sebuah gambar bernilai ribuan kata).

Infografis memiliki komponen konten dan tampilan. Konten dan tampilan akan mengubah infografis menjadi paparan untuk mengomunikasikan hasil yang baik dan sukses.

Merancang konten infografis perlu memperhatikan hal-hal berikut.

  • Tujuan dari infografis adalah: mendidik, menghimbau, mengajak, atau yang lainnya.
  • Kepada siapa infografis tersebut ditujukan. Misalnya, membuat infografis untuk anak TK akan berbeda dengan infografis yang menunjukkan proyek sains Anda. Isi infografis ilmiah harus lebih ilmiah dan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah.
  • Konten harus benar, masuk akal, dan sumbernya jelas. Konten tergantung pada tujuan pembuatan infografis.

Dari segi tampilan, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut saat membuat infografis.

  • Pemilihan kata kunci. Karena sempitnya ruangan, pemilihan kata dan kalimat perlu dilakukan.
  • Pilih ukuran dan jenis font yang tepat.
  • Pemilihan ilustrasi yang sesuai (grafik, gambar).
  • Susunlah warna-warna yang serasi dan cocok dengan konteksnya. Beberapa warna memiliki arti tersendiri. Padahal, komposisi warna perlu diperhatikan agar teman-teman yang buta warna tetap bisa mengartikannya dengan baik.
  • Tata letak yang bagus.

Materi presentasi yang baik adalah perpaduan antara penjelasan tekstual murni dan infografis (jika dilihat per halaman presentasi). Biasanya materi presentasi disajikan dalam rangkuman poin-poin penting dari presentasi (oleh karena itu alat untuk membuatnya disebut “Power Point”). Kriteria materi presentasi yang baik ditentukan oleh isi dan tampilannya.

Dari segi konten

1. Berisi bagian kunci berikut yang menunjukkan alur logis dari presentasi yang mengalir secara koheren:

  • Ringkasan
  • Latar belakang
  • paparan utama
  • Kesimpulan/kesimpulan

2. Ditulis dengan bahasa yang sesuai dan berupa item kata kunci dan rangkuman teks. Sering kali bahkan tidak dalam kalimat lengkap.

Dari segi penampilan

  • Ukuran font cukup besar untuk dilihat oleh pendengar.
  • Seimbangkan antara teks dan gambar/ilustrasi. Terlalu banyak ilustrasi membutuhkan banyak narasi. Terlalu banyak teks akan sulit ditangkap dalam waktu singkat.
  • Jumlah lembar sesuai dengan waktu yang diserahkan. Semakin pendek, semakin sedikit lembar presentasi dan harus padat.

Dengan materi presentasi yang baik, Anda akan lebih percaya diri dalam memberikan presentasi atau presentasi lisan. Sebaiknya, Anda memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Menyiapkan materi presentasi dengan baik dan menarik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

2. Siapkan alat seperti pointer.

3. Perhatikan siapa audiens (pendengar) dan konteks presentasi karena akan menentukan gaya bahasa lisan dan bahasa tubuh yang sesuai.

  • Jelaskan dengan bahasa lisan yang baik dan ucapkan dengan jelas.
  • Gunakan bahasa tubuh yang baik, jangan membuat terlalu banyak gerakan yang mengganggu.

4. Dalam menjelaskan suatu produk, konsep harus menggunakan alur logika yang menunjukkan penalaran yang runtut, misalnya mulai dari uraian masalah, usulan solusi, solusi, dan kesimpulan apakah solusi tersebut menyelesaikan masalah.

5. Saat pembekalan:

Jawablah dengan singkat dan tegas sesuai dengan pertanyaannya.

Jika Anda tidak memahami suatu pertanyaan, rangkum dan ulangi untuk klarifikasi.

Bahasa tubuh adalah gerakan yang akan membantu memperjelas apa yang sedang disajikan. Bahasa tubuh dilakukan dengan menggerakkan bagian tubuh, misalnya kedipan mata, gerakan tangan, gerakan kepala, dan sebagainya.

Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru

GABUNG
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad