Rangkuman Informatika Kelas 8 Bab 2 Kurikulum Merdeka

pusatdapodik.com – Rangkuman Materi Informatika Kelas 8 SMP Bab 2 “Berpikir Komputasi” dalam Kurikulum Merdeka.
Halo sobat Kherysuryawan, selamat bertemu kembali di website pendidikan ini. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas tentang mata pelajaran yang akan dipelajari pada kurikulum mandiri yaitu mata pelajaran Informatika.
Perlu diketahui bahwa mata pelajaran informatika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang nantinya akan dipelajari pada kurikulum mandiri. Materi yang akan dipelajari didalamnya adalah tentang ilmu komputer sehingga mata pelajaran ini hampir sama dengan mata pelajaran TIK yang telah dipelajari pada kurikulum sebelumnya.
Disini admin akan memberikan rangkuman atau rangkuman materi mata pelajaran informatika kelas 8 Kurikulum Mandiri SMP khususnya materi pada Bab 2 tentang Computational Thinking. Materi yang akan dipelajari di kelas 8 merupakan penguatan dan lanjutan dari materi informatika yang akan dipelajari di kelas 7 SMP Kurikulum Mandiri.
Pada materi informatika kelas 8 Bab 2 “Berpikir Komputasi” disini admin telah menyiapkan rangkuman yang hasilnya bersumber dari buku ajar informatika kelas 8 SMP Kurikulum Mandiri. Untuk memudahkan anda dalam mempelajari materi informatika di kelas 8 Bab 2 anda juga dapat mempelajarinya melalui beberapa sumber atau referensi lain di internet.
Baiklah bagi anda yang memerlukan rangkuman materi informatika kelas 8 SMP Bab 2 “Computational Thinking” yang akan dipelajari pada kurikulum mandiri, berikut pemaparan materinya :
Tujuan pembelajaran bab Computational Thinking di kelas VIII adalah sebagai berikut.
1.
Siswa mengenal dan mengimplementasikan konsep fungsi (input-proses-output) sebagai mesin komputasi, dan mengeksekusi mesin tersebut.
2.
Siswa mampu memodelkan permasalahan logika dalam bentuk himpunan.
3.
Siswa mampu mengoperasikan bilangan dalam berbagai representasi.
4.
Siswa mampu mengenali organisasi data terstruktur sebagai tumpukan.
Pemikiran komputasional adalah suatu cara berpikir untuk memecahkan masalah, yang penyelesaiannya jika dikembangkan dapat dilakukan dengan komputer. Dengan cara ini kita akan belajar bagaimana menyelesaikan berbagai permasalahan secara efektif dan efisien.
Berpikir Komputasi adalah proses pemecahan masalah yang mencakup (namun tidak terbatas pada) karakteristik berikut.
1.
Merumuskan suatu masalah dengan cara tertentu yang memungkinkan penggunaan komputer atau perangkat lain untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
2.
Mengorganisasikan dan menganalisis data secara logis.
3.
Representasi data melalui abstraksi, misalnya dengan model dan simulasi.
4.
Otomatisasi solusi melalui pemikiran algoritmik (serangkaian langkah yang teratur).
5.
Proses mengidentifikasi, menganalisis, dan menerapkan solusi yang bertujuan untuk memperoleh kombinasi langkah dan pemanfaatan sumber daya yang paling efisien dan efektif.
6.
Implementasi proses pemecahan masalah ini di berbagai bidang.
6.
Dengan mempelajari Computational Thinking diharapkan dapat mengembangkan watak dan sikap sebagai berikut.
1.
Memiliki keyakinan dalam menghadapi kompleksitas.
2.
Gigih dalam memecahkan masalah yang kompleks.
3.
Toleransi untuk ambiguitas.
4.
Kemampuan menghadapi masalah terbuka (openended problem).
5.
Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai tujuan atau solusi tertentu.
Fungsi
Input – proses – output bukanlah sesuatu yang terbatas pada dunia komputer. Begitu pula dengan fungsinya. Dalam matematika siswa dikenalkan dengan fungsi, misalnya untuk menghitung luas lingkaran digunakan rumus menghitung Luas Lingkaran (r) = 3,14 xrx r. Hasil (output) penghitungan Luas Lingkaran (r) ditentukan oleh nilai r yang merupakan input fungsi tersebut. Nama fungsinya adalah calculAreaofCircle, dan parameter fungsinya adalah r yang dapat diubah, sehingga fungsi tersebut dapat digunakan untuk menghitung lingkaran dengan radius berapa pun.
Komputer mengubah masukan menjadi keluaran berdasarkan proses tertentu. Proses ini ditentukan oleh manusia. Manusia menginformasikan prosesnya dengan membuat program dengan bahasa pemrograman tertentu. Salah satu gaya bahasa di komputer adalah pemrograman fungsional. Program terdiri dari banyak fungsi, masing-masing fungsi menerima masukan, menjalankan suatu proses, dan menghasilkan keluaran. Dalam masalah ini, alat yang terdapat dalam jalur ini bertindak sebagai fungsi kecil.
Representasi Data dan Kumpulan
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak permasalahan yang dapat dimodelkan dengan konsep-konsep tertentu. Dalam hal ini soal yang diberikan kepada siswa merupakan soal logika yang dapat dimodelkan dengan menggunakan konsep himpunan. Selain itu permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk bilangan biner. Siswa juga diperkenalkan dengan konsep bilangan biner, oktal, dan desimal yang sering digunakan dalam bidang informatika.
Dalam bidang Informatika diketahui banyak sekali struktur data yang dapat digunakan untuk memodelkan berbagai permasalahan. Contoh struktur data yang umum digunakan adalah grafik, pohon, daftar. Dalam soal ini, soal yang diberikan dapat dimodelkan dengan himpunan.
Bilangan biner dipilih karena setiap atribut hanya dapat mempunyai nilai ya/tidak, misalnya tanaman mempunyai daun, apakah tanaman mempunyai kelopak ganda. Logika ini dapat diterapkan dalam komputer yaitu melalui bit-bit yang merupakan satuan terkecil dalam komputer. Setiap bit dapat bernilai 1 (benar) atau 0 (salah).
Algoritma
Algoritme mendefinisikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Algoritma dapat diubah menjadi program yang dapat dikerjakan (dijalankan, dieksekusi) oleh mesin. Robot adalah mesin yang diprogram untuk tujuan tertentu. Pada contoh di atas, algoritma yang diberikan dapat diberikan kepada robot bordir agar robot tersebut menghasilkan bordir sesuai dengan yang diharapkan. Banyak mesin bordir saat ini didasarkan pada program seperti yang dijelaskan di atas.
Struktur data
Ada tiga cara menulis ekspresi, yaitu sebagai berikut.
A.
Ekspresi infiks adalah ekspresi yang operatornya ditulis di tengah-tengah, seperti yang kita gunakan sehari-hari, misalnya 5+2.
B.
Ekspresi postfix, jika operator ditulis terakhir, misalnya 5 2 +.
C.
Ekspresi awalan, jika operator ditulis di depan, misalnya + 5 2.
Komputer akan menghitung ekspresi dengan memperhatikan urutan prioritas perhitungan yang disebut didahulukan (terjemahan dari prioritas), sesuai dengan aturan untuk melakukan operasi perhitungan campuran, yaitu dengan urutan:
A.
dalam tanda kurung dilakukan terlebih dahulu,
B.
perkalian atau pembagian secara berurutan dari kiri ke kanan (karena sama kuatnya). Misalnya 3*4/2 menghasilkan 6,
C.
penjumlahan atau pengurangan (sama kuatnya).
Komputer memproses perhitungan matematis dengan mengevaluasi ekspresi postfix dari ekspresi aritmatika. Salah satu kelebihan ekspresi postfix adalah pada ekspresi ini tidak diperlukan tanda kurung untuk menentukan bagian mana yang akan dihitung terlebih dahulu. Pada operasi postfix, operasi aritmatika dapat dilakukan berdasarkan barisan operan (angka) dan operator (+, -.*, /). Tumpukan angka yang disimulasikan pada soal ini merupakan gambaran penggunaan memori komputer.
Demikianlah materi yang disampaikan pada mata pelajaran informatika kelas 8 Bab 2 “Berpikir Komputasi” dalam pembelajaran pada kurikulum mandiri. Bagi anda yang ingin mengetahui materi selengkapnya dapat memperoleh informasinya pada buku ajar Informatika Kurikulum Mandiri Kelas 8 dan bagi anda yang ingin mendapatkan filenya silahkan anda dapatkan dibawah ini :
- KURIKULUM MANDIRI GURU & SISWA INFORMATIKA KELAS 8 (DI SINI)
Sekianlah informasi mengenai rangkuman/ringkasan materi pelajaran informatika kelas 8 Bab 2 berjudul “Computational Thinking” yang dapat admin Kherysuryawan bagikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat membantu rekan-rekan pendidik yang membutuhkan informasi mengenai materi yang akan dipelajari di kelas 8 informatika bab 2 kurikulum mandiri.
www.pusatdapodik.com